<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>negeri sejuta motivator</title>
	<atom:link href="http://sejutamotivator.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://sejutamotivator.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com site</description>
	<lastBuildDate>Tue, 01 Jun 2010 09:49:12 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='sejutamotivator.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>negeri sejuta motivator</title>
		<link>http://sejutamotivator.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://sejutamotivator.wordpress.com/osd.xml" title="negeri sejuta motivator" />
	<atom:link rel='hub' href='http://sejutamotivator.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Teknik Dasar Membaca cepat</title>
		<link>http://sejutamotivator.wordpress.com/2010/06/01/teknik-dasar-membaca-cepat/</link>
		<comments>http://sejutamotivator.wordpress.com/2010/06/01/teknik-dasar-membaca-cepat/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 Jun 2010 09:49:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nvdya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Komunikasi]]></category>
		<category><![CDATA[Special Ability]]></category>
		<category><![CDATA[ability]]></category>
		<category><![CDATA[membaca cepat]]></category>
		<category><![CDATA[Tips and Trik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sejutamotivator.wordpress.com/?p=35</guid>
		<description><![CDATA[Membaca cepat adalah keterampilan yang bermanfaat untuk dimiliki semua orang. Dalam posting sebelumnya, saya telah membahas hambatan dalam membaca cepat dan cara mengatasinya. Anda dapat membacanya di sini. Jika Anda baru membaca tulisan ini, ada baiknya Anda membaca terlebih dulu tulisan sebelumnya untuk memberikan gambaran umum tentang membaca cepat pada posting Speed Reading – How [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sejutamotivator.wordpress.com&amp;blog=13967162&amp;post=35&amp;subd=sejutamotivator&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Membaca cepat adalah keterampilan yang bermanfaat untuk dimiliki  semua orang. Dalam posting sebelumnya, saya telah membahas <a href="http://www.muhammadnoer.com/2009/01/hambatan-dalam-membaca-cepat-dan-cara-mengatasinya/">hambatan  dalam membaca cepat dan cara mengatasinya</a>. Anda dapat membacanya <a href="http://www.muhammadnoer.com/2009/01/hambatan-dalam-membaca-cepat-dan-cara-mengatasinya/">di  sini</a>.</p>
<p>Jika Anda baru membaca tulisan ini, ada baiknya Anda membaca terlebih  dulu tulisan sebelumnya untuk memberikan gambaran umum tentang membaca  cepat pada posting <a href="http://www.muhammadnoer.com/2009/01/speed-reading-how-fast-can-you-read/">Speed  Reading – How Fast Can You Read?</a></p>
<p><img class="aligncenter" title="membaca cepat" src="http://frisformasi.files.wordpress.com/2009/01/maca.jpg?w=300&#038;h=400" alt="" width="300" height="400" /><span id="more-35"></span>Selanjutnya saya akan membahas dua teknik dasar dalam membaca cepat  yakni:</p>
<ul>
<li>Menangkap dan mengenali kata</li>
<li>Mempercepat gerakan mata</li>
</ul>
<p>Mari kita bahas satu per satu.</p>
<h2>1. Menangkap dan mengenali kata</h2>
<p>Dalam proses membaca, mata bertindak sebagai indra yang menangkap  kata-kata dalam bahan bacaan. Kata-kata tersebut kemudian dikirim ke  otak untuk dikenali sebagai sebuah kosa kata, kelompok kata, maupun  pemahaman sebuah kalimat.</p>
<p>Ternyata otak manusia mampu memproses kata-kata dengan baik bahkan  ketika urutannya dibolak-balik. Coba Anda simak teks berikut:</p>
<blockquote><p>Kmaemuapn mbecmaa cpeat trkeiat eart dngean kmaemuapn  mngelnaei ktaa. Mnuasia mngenelai breabgai ktaa lweat bkuu dan tlisaun  ynag dbiacaayn. Ktaa-ktaa tbuesret dsimiapn dlaam mmorei oatk dan aakn  dinalkei lbeih cpeat ktikea dtemuikan kmblaei pdaa baahn baacan ynag  brau.</p>
<p>Libeh habet lgai tnyatera uturan ktaa tdiak tlaleru ptineng aslaakn  psoisi hruuf preatma dan trekahir tdiak bruebah. Adna hnaya ckuup  mngelnaei hruuf preatma dan trekahir tdai kmeduian dnegan kmemapaun laur  baisa aakn mngeanilnya sbegaai sbeauh ktaa spereti ynag Adna bcaa  skeranag. Ini mneuurt rsiet ynag prenah dlikaukan Uinvertisas Cmabrigde,  Ingrigs.</p></blockquote>
<p>Sekarang bandingkan dengan teks aslinya</p>
<blockquote><p>Kemampuan membaca cepat terkait erat dengan kemampuan  mengenali kata. Manusia mengenali berbagai kata lewat buku dan tulisan  yang dibacanya. Kata-kata tersebut disimpan dalam memori otak dan akan  dikenali lebih cepat ketika ditemukan kembali pada bahan bacaan yang  baru.</p>
<p>Lebih hebat lagi ternyata urutan kata tidak terlalu penting asalkan  posisi huruf pertama dan terakhir tidak berubah. Anda hanya cukup  mengenali huruf pertama dan terakhir tadi kemudian dengan kemampuan luar  biasa akan mengenalinya sebagai sebuah kata seperti yang Anda baca  sekarang. Ini menurut riset yang pernah dilakukan Universitas Cambridge,  Inggris.</p></blockquote>
<p>Apa yang Anda rasakan ketika membaca kedua teks tadi? Kebanyakan  orang tidak akan mengalami kesulitan berarti untuk membaca teks pertama.  Mungkin kecepatannya akan lebih lambat karena teks tersebut  dibolak-balik. Walaupun demikian teks tersebut masih cukup mudah dibaca  dan dikenali sebagai kosa kata yang telah kita kenali sebelumnya.</p>
<p>Tulisan yang dibolak-balik tadi sekaligus menjadi bukti bahwa Anda  mampu membacanya. Inilah prinsip yang akan kita gunakan dalam membaca  cepat yakni mengenali kata demi kata dengan kecepatan tinggi sehingga  Anda bisa terus berpindah ke kata berikutnya sambil membangun pemahaman  dan konteks bahan bacaan.</p>
<p>Dalam membaca cepat kemampuan mengenali kata adalah dasar. Ketika  Anda melihat sekumpulan huruf lewat mata dan mengirimkan ke otak, maka  akan ada proses pengenalan terhadap kata-kata tersebut terlebih jika  Anda pernah mengenal kosa kata tersebut sebelumnya. Itu mengapa orang  yang rajin membaca memiliki kecepatan yang relatif lebih cepat  dibandingkan orang yang jarang baca karena kekayaan kosa kata yang telah  dimiliki sebelumnya. Dalam teknik membaca cepat, kita akan melatih  kecepatan mengenali berbagai kosa kata tersebut.</p>
<p>Berikut latihan yang dapat Anda lakukan. Coba lihat tulisan pada  kolom pertama (paling kiri) kemudian temukan kata yang sama pada 4 kolom  berikutnya. Lakukan proses ini dengan cepat dan sekali lirik. Semakin  cepat dan akurat Anda mengenalinya berarti semakin cepat pula kemampuan  asosiasi Anda terhadap kata-kata tersebut.</p>
<h3>1. Latihan mengenali kata</h3>
<p><a href="http://www.muhammadnoer.com/wp-content/uploads/2009/01/latihan_kata.jpg"><img title="latihan_kata" src="http://www.muhammadnoer.com/wp-content/uploads/2009/01/latihan_kata.jpg" alt="latihan_kata" width="475" height="172" /></a></p>
<p>Lakukan latihan tersebut dengan cepat. Rasakan mata Anda berpindah  cepat dari kolom acuan ke kolom yang harus ditemukan.</p>
<h3>2. Latihan mengenali kelompok kata</h3>
<p>Latihan kedua adalah mengenali kelompok kata (frasa). Anda telah  mengenal kata-kata ini sebelumnya. Sama seperti latihan sebelumnya  lakukan dengan cepat untuk menemukan frasa yang sama pada kolom pertama  di ketiga kolom lainnya.</p>
<p><a href="http://www.muhammadnoer.com/wp-content/uploads/2009/01/latihan_frasa.jpg"><img title="latihan_frasa" src="http://www.muhammadnoer.com/wp-content/uploads/2009/01/latihan_frasa-500x158.jpg" alt="latihan_frasa" width="500" height="158" /></a></p>
<p>Latihlah kedua hal di atas sampai Anda dapat mengenali dengan cepat  sebuah kata dan kelompok kata (frasa). Dengan demikian, ketika proses  membaca cepat dilakukan, pengenalan kata tidak tertinggal. Ibarat  seorang pembalap, meskipun berkendara dengan kecepatan tinggi, Anda  tetap awas atas apa-apa yang ada di depan, kiri dan kanan.</p>
<p>Kedua latihan di atas dapat Anda download dalam versi PDF di <a href="http://www.muhammadnoer.com/wp-content/uploads/2009/01/latihan-mengenali-kata-dan-frasa.pdf">latihan-mengenali-kata-dan-frasa</a></p>
<h2>2. Latihan Mempercepat Gerakan Mata</h2>
<p>Setelah Anda melatih kecepatan mengenali kata dengan akurat, sekarang  kita akan mulai berlatih mempercepat gerakan mata. Dalam proses membaca  seseorang melakukannya dengan menangkap kata per kata atau bahkan suku  kata per suku kata.</p>
<p>Perhatikan contoh berikut. Inilah yang biasanya dilakukan banyak  orang ketika membaca.</p>
<p><a href="http://www.muhammadnoer.com/wp-content/uploads/2009/01/fiksasi-11.jpg"><img title="fiksasi-1b" src="http://www.muhammadnoer.com/wp-content/uploads/2009/01/fiksasi-11-499x105.jpg" alt="fiksasi-1b" width="499" height="105" /></a></p>
<p>Tidak hanya itu kadangkala proses membaca bisa menjadi jauh lebih  lambat jika ada proses mengeja per suku kata. Ini yang biasanya  dilakukan ketika seorang anak mulai belajar membaca.</p>
<p><a href="http://www.muhammadnoer.com/wp-content/uploads/2009/01/fiksasi-3.jpg"><img title="fiksasi-3" src="http://www.muhammadnoer.com/wp-content/uploads/2009/01/fiksasi-3-500x146.jpg" alt="fiksasi-3" width="500" height="146" /></a></p>
<p>Dalam membaca cepat kita akan melatih menangkap dua, tiga, empat atau  bahkan lima kata sekaligus sehingga mempercepat proses pembacaan.</p>
<p><a href="http://www.muhammadnoer.com/wp-content/uploads/2009/01/fiksasi-21.jpg"><img title="fiksasi-2b" src="http://www.muhammadnoer.com/wp-content/uploads/2009/01/fiksasi-21-500x120.jpg" alt="fiksasi-2b" width="500" height="120" /></a></p>
<p>Ini adalah yang saya lakukan ketika berlatih membaca cepat sekitar  tahun 1997 dulu. Caranya adalah dengan membuat garis lurus vertikal di  buku atau bahan bacaan. Dengan demikian, keseluruhan teks akan terbagi  menjadi beberapa bagian. Cara ini baik dipakai untuk melatih membiasakan  mata melihat sekelompok kata sekaligus.</p>
<p>Perhatikan contoh tulisan berikut yang diberi garis putus-putus  sehingga membaginya menjadi empat kelompok. Untuk tulisan lengkap dapat  Anda <em><a href="http://www.muhammadnoer.com/wp-content/uploads/2009/01/latihan-4-fiksasi-pasar-metroseksual.pdf">download  di sini</a> </em>dalam format PDF.</p>
<p><a href="http://www.muhammadnoer.com/wp-content/uploads/2009/01/tulisan_4_fiksasi.jpg"><img title="tulisan_4_fiksasi" src="http://www.muhammadnoer.com/wp-content/uploads/2009/01/tulisan_4_fiksasi-500x349.jpg" alt="tulisan_4_fiksasi" width="500" height="349" /></a></p>
<h5>Sumber: Republika, Rabu, 28 April 2004<br />
Penulis: Yuswohady, Chief of Corporate &amp; Strategy Practice  MarkPlus&amp;Co</h5>
<p>Cara membacanya adalah paksakan mata Anda mengikuti kelompok yang  dibuat oleh garis tadi. Dengan demikian, ketika pada baris pertama, Anda  akan membaca kata “fenomena pria” sekaligus pada kolom pertama, kata  “metroseksual yang kini” pada kolom kedua, kata “melanda seluruh dunia”  pada kolom ketiga, dan kata “termasuk di kota-kota” pada kolom keempat.  Lakukan hal yang sama pada baris-baris berikutnya.</p>
<p>Dengan cara ini, Anda akan memaksa mata melihat kelompok kata sesuai  lebar garis yang Anda tentukan. Lakukan pergerakan tersebut dengan  berirama sampai Anda terbiasa dengan pola 4 kali melihat dalam satu  baris. Selanjutnya jika Anda sudah merasa mantap, jangkauan bisa  diperlebar dengan melihat 3 kali dalam satu baris. Lakukan terus menerus  sampai Anda dapat membaca dengan pola seperti itu tanpa perlu dibantu  garis.</p>
<p>Sampai nantinya Anda bisa melakukannya dalam 2 kali lihat per baris  atau bahkan beberapa orang bisa membacanya cukup 1 kali lihat perbaris.  Cukup menantang bukan?</p>
<p>Contoh berikut ini mirip seperti tadi, bedanya tulisan dibagi dalam  tiga kelompok saja. Artinya Anda harus mampu menangkap lebih banyak kata  sekaligus dalam setiap kali pergerakan mata. Untuk tulisan lengkap  dapat Anda <em><a href="http://www.muhammadnoer.com/wp-content/uploads/2009/01/latihan-3-fiksasi-mencetak-wayang-dari-kertas-bekas-semen.pdf">download  di sini </a> </em>dalam format PDF.</p>
<p><a href="http://www.muhammadnoer.com/wp-content/uploads/2009/01/tulisan_3_fiksasi.jpg"><img title="tulisan_3_fiksasi" src="http://www.muhammadnoer.com/wp-content/uploads/2009/01/tulisan_3_fiksasi-499x345.jpg" alt="tulisan_3_fiksasi" width="499" height="345" /></a></p>
<h5>Sumber: Republika, Rabu, 23 April 2003<br />
Penulis: Mamang Pratidina</h5>
<p>Semakin Anda konsisten melakukan latihan tersebut, maka secara  bertahap Anda juga telah melatih otot-otot mata untuk bergerak dengan  cepat dan teratur. Hal ini secara perlahan akan meningkatkan kecepatan  baca sampai Anda menemukan kecepatan yang dirasakan pas.</p>
<p>Dalam kesempatan berikutnya, saya akan menjelaskan cara-cara melatih  pergerakan mata ini agar bergerak lebih cepat, teratur dan berima.  Dengan demikian proses pembacaan cepat akan menjadi lebih alami dengan  tingkat pemahaman yang tinggi.</p>
<p>Selamat berlatih menjadi pembaca cepat. Anda punya pengalaman atau  pendapat tentang hal ini? Silakan berbagi pengalaman.</p>
<p><strong>File Latihan:</strong></p>
<ul>
<li><a href="http://www.muhammadnoer.com/wp-content/uploads/2009/01/latihan-mengenali-kata-dan-frasa.pdf">latihan-mengenali-kata-dan-frasa.pdf</a></li>
<li><a href="http://www.muhammadnoer.com/wp-content/uploads/2009/01/latihan-4-fiksasi-pasar-metroseksual.pdf">latihan-4-fiksasi-pasar-metroseksual.pdf</a></li>
<li><a href="http://www.muhammadnoer.com/wp-content/uploads/2009/01/latihan-3-fiksasi-mencetak-wayang-dari-kertas-bekas-semen.pdf">latihan-3-fiksasi-mencetak-wayang-dari-kertas-bekas-semen.pdf</a></li>
</ul>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sejutamotivator.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sejutamotivator.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sejutamotivator.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sejutamotivator.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sejutamotivator.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sejutamotivator.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sejutamotivator.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sejutamotivator.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sejutamotivator.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sejutamotivator.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sejutamotivator.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sejutamotivator.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sejutamotivator.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sejutamotivator.wordpress.com/35/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sejutamotivator.wordpress.com&amp;blog=13967162&amp;post=35&amp;subd=sejutamotivator&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sejutamotivator.wordpress.com/2010/06/01/teknik-dasar-membaca-cepat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c3d9413b39200a5402d44b3136670b37?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nvdya</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://frisformasi.files.wordpress.com/2009/01/maca.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">membaca cepat</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.muhammadnoer.com/wp-content/uploads/2009/01/latihan_kata.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">latihan_kata</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.muhammadnoer.com/wp-content/uploads/2009/01/latihan_frasa-500x158.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">latihan_frasa</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.muhammadnoer.com/wp-content/uploads/2009/01/fiksasi-11-499x105.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">fiksasi-1b</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.muhammadnoer.com/wp-content/uploads/2009/01/fiksasi-3-500x146.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">fiksasi-3</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.muhammadnoer.com/wp-content/uploads/2009/01/fiksasi-21-500x120.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">fiksasi-2b</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.muhammadnoer.com/wp-content/uploads/2009/01/tulisan_4_fiksasi-500x349.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">tulisan_4_fiksasi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.muhammadnoer.com/wp-content/uploads/2009/01/tulisan_3_fiksasi-499x345.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">tulisan_3_fiksasi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>speed Reading</title>
		<link>http://sejutamotivator.wordpress.com/2010/06/01/speed-reading/</link>
		<comments>http://sejutamotivator.wordpress.com/2010/06/01/speed-reading/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 Jun 2010 09:43:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nvdya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Special Ability]]></category>
		<category><![CDATA[ability]]></category>
		<category><![CDATA[membaca cepat]]></category>
		<category><![CDATA[Tips and Trik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sejutamotivator.wordpress.com/?p=32</guid>
		<description><![CDATA[Berapa kecepatan baca Anda? Jika Anda adalah pembaca kebanyakan maka kecepatan baca Anda berkisar 200-250 kata per menit atau disingkat wpm (Word Per Minute). Jika Anda cukup terlatih membaca cepat, kecepatan baca Anda bisa mencapai 400-500 wpm. Dan jika Anda sudah membiasakan diri dengan baca cepat maka kecepatan Anda bisa mencapai 750-1000 wpm atau bahkan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sejutamotivator.wordpress.com&amp;blog=13967162&amp;post=32&amp;subd=sejutamotivator&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Berapa kecepatan baca Anda? Jika Anda adalah pembaca kebanyakan maka  kecepatan baca Anda berkisar 200-250 kata per menit atau disingkat <strong><em>wpm  (Word Per Minute). </em></strong>Jika Anda cukup terlatih membaca  cepat, kecepatan baca Anda bisa mencapai 400-500 wpm. Dan jika Anda  sudah membiasakan diri dengan baca cepat maka kecepatan Anda bisa  mencapai 750-1000 wpm atau bahkan lebih.</p>
<p><img class="aligncenter" title="manusia purba" src="http://i575.photobucket.com/albums/ss199/akhmadguntar/cwln976l.jpg" alt="" width="376" height="400" /><span id="more-32"></span>WPM adalah singkatan dari Word Per Minute. Jumlah kata yang dibaca  dalam satu menit. WPM adalah satuan hitung untuk kecepatan baca sama  seperti Anda mengenal <em>km/jam </em>untuk kecepatan sebuah mobil.  Mengapa satuan jumlah kata dan bukan jumlah huruf yang dihitung? Karena  secara alami kita akan membaca rangkaian huruf dalam satu kata, bukan  huruf per huruf itu sendiri sehingga satuan <em>“jumlah kata per menit” </em>menjadi  lebih relevan.</p>
<p>Kebanyakan kita sudah mulai belajar membaca sejak usia 5-6 tahun  ketika duduk di Sekolah Dasar. Kemampuan baca tersebut terus berkembang  di sekolah lanjutan, perkuliahan sampai dewasa. Tahukah Anda, kebanyakan  orang ternyata kecepatan bacanya tidak berubah banyak sejak dia sudah  mulai lancar membaca? Hal ini disebabkan karena sudah merasa nyaman  dengan cara baca selama ini padahal mungkin banyak kebiasaan buruk yang  menghambat kecepatan maupun pemahaman atas bahan bacaan.</p>
<p>Pada tulisan ini saya ingin memperkenalkan <em><strong>Speed Reading, </strong></em>cara membaca dengan cepat dipadukan dengan pemahaman yang  baik. Pengalaman pribadi saya dalam berlatih membaca cepat, saya dapat  membaca 3-4 kali lebih cepat dari kecepatan baca awal saya. Kemampuan  ini sangat membantu dalam menyelesaikan <em>text book </em>perkuliahan  dulu. Dulu saya juga punya kebiasaan jalan-jalan ke toko buku sambil  menyelesaikan membaca 2-3 buku dalam satu kali kunjungan. Tidak percaya?  Silakan Anda coba dan buktikan sendiri.</p>
<h3>Apa Itu Speed Reading?</h3>
<p>Membaca cepat bagi saya adalah membaca dengan cerdas. <em>Speed  Reading </em>sama dengan <em>Smart Reading. </em>Membaca cepat melatih  Anda menguasai bahan bacaan dengan lebih cepat, efisien dan akurat.  Percaya atau tidak, membaca cepat ternyata dalam banyak hal membantu  Anda memahami bahan bacaan dengan lebih baik, bukan sebaliknya.</p>
<p>Ibarat Anda sedang berkendara, coba ingat-ingat seberapa sering Anda  berkendara dengan kecepatan rendah sambil melamun dibandingkan ketika  berkendara dengan kecepatan tinggi.</p>
<p>Pada kecepatan rendah, perhatian Anda terbagi pada banyak hal  sehingga Anda masih sempat melamun. Namun pada kecepatan tinggi, seluruh  perhatian terpusat pada pekerjaan membaca itu sendiri sehingga  konsentrasi Anda menjadi fokus dan tercipta pemahaman yang bahkan lebih  baik. Hal ini dapat ditempuh dengan latihan yang rutin sampai tercipta  koordinasi harmonis antara mata yang menangkap kata demi kata dengan  otak yang menerjemahkan, memahami, melakukan sintesis dan analisis atas  bahan bacaan.</p>
<p>Bayangkan di era informasi digital seperti sekarang, jumlah bacaan  yang perlu Anda baca tentu semakin membludak. Jika Anda bisa membaca 2  kali lebih cepat saja, maka Anda akan menghemat setengah waktu Anda.  Bahkan jika Anda sudah terlatih, sebuah buku ringan yang tidak terlalu  tebal sekitar 150 halaman dapat diselesaikan dalam sekali baca cukup  20-30 menit saja. Penasaran? Silakan lanjutkan membaca tulisan ini.</p>
<h3>Hambatan Dalam Membaca</h3>
<p>Ada beberapa hal yang menghambat kecepatan baca seseorang. Bentuk  hambatan ini ada yang disadari namun seringkali tidak disadari oleh  pemiliknya. Hambatan tersebut antara lain:</p>
<h4><strong>1. Sulit berkonsentrasi</strong></h4>
<p>Ketika Anda tidak konsentrasi, maka informasi yang diterima oleh mata  kemudian diteruskan ke otak tidak mendapat perhatian cukup sehingga  Anda kehilangan pemahaman dari bahan bacaan dan harus mengulangnya  berkali-kali. Pengulangan ini disebut regresi dan merupakan salah satu  kebiasaan yang perlu dihilangkan jika Anda ingin memperbaiki kecepatan  baca.</p>
<h4><strong>2. Rendahnya motivasi</strong></h4>
<p>Banyak orang membaca tapi tidak memiliki motivasi yang kuat atas  bahan yang dibaca. Motivasi yang kurang ini secara mental akan membuat  Anda membaca dengan lambat dan otak tidak dirangsang untuk bekerja dan  memahami apa yang Anda baca.</p>
<h4><strong>3. Khawatir tidak memahami materi yang dibaca</strong></h4>
<p>Pernahkah Anda ingat ketika menjelang ujian dan harus membaca bahan  bacaan yang setumpuk? Ada rasa khawatir bahwa materi yang ada terlalu  banyak, terlalu berat sehingga akhirnya Anda benar-benar kesulitan dalam  memahaminya. Rasa khawatir harus dihilangkan sehingga Anda membaca  tanpa beban, tanpa paksaan.</p>
<h4><strong>4. Kebiasaan buruk dalam membaca</strong></h4>
<p>Sama seperti semua kegiatan lain, ada kebiasaan yang buruk dalam  membaca sehingga membuat membaca lebih lambat diantaranya vokalisasi  (membaca sambil bersuara), sub vokalisasi (membaca dalam hati), gerakan  bibir, gerakan kepala, regresi (mengulangi kembali kata-kata yang sudah  lewat dibaca).</p>
<p>Untuk memahami dampak dari hambatan-hambatan membaca ini dan  bagaimana cara mengatasinya, silakan baca posting saya lainnya dalam  kategori Speed Reading.</p>
<h3>Dasar-dasar Membaca Cepat</h3>
<p>Berikut adalah dasar yang perlu Anda miliki untuk menjadi seorang  Speed Rider, ups maksudnya Speed Reader:</p>
<p><strong>1. Rileks</strong><br />
Ketika membaca, usahakan tubuh dalam kondisi rileks. Cari kursi yang  nyaman, duduk dengan baik, dan pastikan penerangan yang cukup serta  jauhkan hal-hal yang mengganggu konsentrasi seperti: TV yang menyala,  suara musik yang terlalu keras, atau tempat yang bising dan banyak orang  lalu-lalang sehingga mengalihkan perhatian.</p>
<p>Membaca sambil tiduran akan cepat membuat leher Anda pegal dan mata  menjadi lelah. Hindari cara baca seperti itu maupun cara yang tidak  sehat lainnya karena akan merusak tubuh dalam jangka panjang.</p>
<p><strong>2. Tentukan Tujuan Anda Dalam Membaca</strong><br />
Banyak orang langsung membuka halaman pertama dan mulai membaca. Sebelum  hal itu Anda lakukan, tetapkan dalam hati apa yang Anda ingin dapatkan  dari kegiatan membaca tersebut. Apakah Anda membaca untuk mendapatkan  informasi umum dari suatu persoalan, atau Anda ingin mengetahui dan  memahami secara mendalam topik yang dibahas. Kedua tujuan yang berbeda  tadi memerlukan cara membaca yang juga berbeda.</p>
<p>Misalkan Anda membaca buku biografi seorang tokoh. Tanyakan pada diri  apakah Anda ingin mengetahui kisah hidupnya ketika kecil yang membantu  tokoh tersebut menjadi orang besar, atau Anda ingin memahami cara  pandang tokoh tersebut atas sebuah persoalan, dan tujuan-tujuan lainnya.  Menetapkan tujuan ini akan membantu Anda memiliki minat yang kuat dalam  membaca.</p>
<p><strong>3. Pahami materi bacaan</strong><br />
Sebelum memulai membaca sebuah buku, Anda perlu mengetahui dan mengenal  materi yang akan dibaca: tingkat kesulitan, struktur bab, gaya  pembahasan, serta bagaimana buku tersebut terorganisir lewat lewat  tulisan maupun gambar.</p>
<p><strong>4. Dapatkan ide pokok</strong><br />
Dalam membaca, kuasai ide pokok yang disampaikan. Jangan biarkan detail  yang ada membingungkan Anda. Dengan menguasai ide pokok, maka aspek  detail bahan bacaan akan lebih mudah dipahami.</p>
<p><strong>5. Hilangkan kebiasaan buruk</strong><br />
Ada orang membaca sambil menyuarakan apa yang dibaca. Cara ini akan  menyebabkan kecepatan baca Anda sama dengan kecepatan bicara. Padahal  kecepatan bicara orang yang bawel sekalipun masih jauh lebih rendah dari  kemampuan otak Anda menguasai bahan bacaan dan memahaminya.</p>
<p><strong>6. Latih kecepatan gerak mata dan tangkap lebih banyak kata  dalam sekali lihat</strong><br />
Bagian terakhir ini adalah inti dari speed reading. Yakni bagaimana Anda  membaca beberapa kata sekaligus dan menggerakkan mata Anda untuk  menangkap kata-kata tadi dengan cepat. Jangan khawatir bahwa nanti Anda  kehilangan pemahaman, percayalah otak Anda diciptakan Allah sangat hebat  untuk bisa merangkai kumpulan kata tadi menjadi sebuah pengertian.</p>
<p>Bayangkan analogi sebuah komputer yang memiliki prosesor super cepat,  itulah otak Anda. Dan kecepatan mata Anda dalam melihat kata demi kata  diibaratkan saluran pengirim data yang akan menentukan apakah kecepatan  prosesor tersebut dimanfaatkan secara penuh atau dibiarkan dalam kondisi  <em>idle </em>karena tidak ada data yang harus diproses. <em>I hope you  got the idea.</em></p>
<p>Untuk bagian yang terakhir ini silakan Anda perhatikan teks berikut:</p>
<p><a href="http://www.muhammadnoer.com/wp-content/uploads/2009/01/fiksasi-1.jpg"><img title="fiksasi-1" src="http://www.muhammadnoer.com/wp-content/uploads/2009/01/fiksasi-1-300x63.jpg" alt="fiksasi-1" width="300" height="63" /></a></p>
<p>Teks di atas terdiri dari 10 kata dan jika Anda membaca kata per kata  seperti yang ditunjukkan pada pengelompokan berwarna biru maka Anda  butuh 10 kali pergerakan mata untuk menyelesaikannya. Jika satu kali  melihat Anda butuh 0,5 detik maka untuk keseluruhan teks Anda butuh 5  detik.</p>
<p>Sekarang perhatikan jika Anda memperlebar jangkauan mata sehingga  dapat menangkap beberapa kata sekaligus dalam sekali lihat:</p>
<p><a href="http://www.muhammadnoer.com/wp-content/uploads/2009/01/fiksasi-2.jpg"><img title="fiksasi-2" src="http://www.muhammadnoer.com/wp-content/uploads/2009/01/fiksasi-2-300x72.jpg" alt="fiksasi-2" width="300" height="72" /></a></p>
<p>Dalam contoh kedua, teks terdiri dari 19 kata dan Anda hanya butuh 8  kali pergerakan mata. Asumsikan kecepatan melihat Anda sama 0,5 detik  maka untuk keseluruhan teks Anda hanya butuh 4 detik. Kecepatan baca  Anda meningkat dari 2 kata per detik (teks pertama) menjadi 4,75 kata  per detik (teks kedua). Ini adalah peningkatan hampir 2,5 kali lebih  cepat.</p>
<p>Bayangkan jika selain memperlebar jangkauan mata Anda juga  mempercepat perpindahan dari satu kelompok kata ke kelompok lainnya  menjadi 0,4 detik saja sekali lihat, maka seluruh teks kedua selesai  dalam 3,2 detik. Ini berarti kecepatan baca Anda mendekati 6 kata per  detik atau dengan kata lain Anda telah membaca hampir 3 kali lebih cepat  dari semula. Lumayan sekali bukan?</p>
<p>Jangan puas dulu, kecepatan 6 kata per detik tadi kalau dikonversi  menjadi kata per menit baru 360 wpm. Dengan latihan teratur kecepatan  ini bisa dapat terus ditingkatkan sampai 1000 wpm atau bahkan lebih jika  Anda benar-benar berbakat dalam membaca cepat. Dengan cara ini, membaca  apa saja akan menjadi pekerjaan ringan dan menyenangkan.</p>
<p>Selamat berlatih dan menjadi pembaca cepat.</p>
<p>Dalam posting berikutnya, saya akan menjelaskan hambatan dalam  membaca dan cara mengatasinya, latihan memperlebar jangkauan (fiksasi)  mata, dan tips-tips lainnya. Silakan baca posting lainnya dalam ketegori  Speed Reading.</p>
<p><em>(</em><em><strong>Perhatian: </strong></em><em>Stop, matikan stopwatch Anda)</em></p>
<p>Tulisan di atas dikurangi teks judul dan instruksi menghidupkan dan  mematikan stop watch terdiri dari 1400 kata.</p>
<p>Hitung waktu yang Anda butuhkan, konversikan ke dalam menit. Bagi  jumlah kata dengan jumlah menit yang Anda gunakan dan voila, itulah  kecepatan baca Anda saat ini dalam satuan kata per menit (wpm).  Bandingkan kecepatan baca Anda dengan tabel berikut:</p>
<p><a href="http://www.muhammadnoer.com/wp-content/uploads/2009/01/tabel_kecepatan_baca.jpg"><img title="tabel_kecepatan_baca" src="http://www.muhammadnoer.com/wp-content/uploads/2009/01/tabel_kecepatan_baca-300x145.jpg" alt="tabel_kecepatan_baca" width="300" height="145" /></a></p>
<p><strong>Keterangan Gambar:</strong><br />
Poster <em>Speed Reading Class </em>dibuat  oleh Dinna Fatmawati.<br />
Ilustrasi <em>Teks 1 </em>dan  <em>Teks 2 </em>diambil  dari materi <em>Presentasi Speed  Reading Class </em>– pertemuan pertama oleh Muhammad Noer<br />
Tabel kecepatan baca ditulis ulang dari buku <em>Teach Yourself Speed Reading </em>oleh Tina  Konstant</p>
<p>source:http://www.muhammadnoer.com/2009/01/speed-reading-how-fast-can-you-read/</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sejutamotivator.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sejutamotivator.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sejutamotivator.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sejutamotivator.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sejutamotivator.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sejutamotivator.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sejutamotivator.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sejutamotivator.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sejutamotivator.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sejutamotivator.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sejutamotivator.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sejutamotivator.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sejutamotivator.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sejutamotivator.wordpress.com/32/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sejutamotivator.wordpress.com&amp;blog=13967162&amp;post=32&amp;subd=sejutamotivator&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sejutamotivator.wordpress.com/2010/06/01/speed-reading/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c3d9413b39200a5402d44b3136670b37?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nvdya</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://i575.photobucket.com/albums/ss199/akhmadguntar/cwln976l.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">manusia purba</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.muhammadnoer.com/wp-content/uploads/2009/01/fiksasi-1-300x63.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">fiksasi-1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.muhammadnoer.com/wp-content/uploads/2009/01/fiksasi-2-300x72.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">fiksasi-2</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.muhammadnoer.com/wp-content/uploads/2009/01/tabel_kecepatan_baca-300x145.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">tabel_kecepatan_baca</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Motivator pertama : Haji Idjo, Tukang becak yang jadi agen koran sukses</title>
		<link>http://sejutamotivator.wordpress.com/2010/06/01/motivator-pertama-haji-idjo-tukang-becak-yang-jadi-agen-koran-sukses/</link>
		<comments>http://sejutamotivator.wordpress.com/2010/06/01/motivator-pertama-haji-idjo-tukang-becak-yang-jadi-agen-koran-sukses/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 Jun 2010 07:38:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nvdya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sejuta Motivator]]></category>
		<category><![CDATA[sang motivator]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sejutamotivator.wordpress.com/?p=27</guid>
		<description><![CDATA[Menjadi agen koran bukanlah cita-cita Haji Idjo (52). Ia bahkan pernah putus asa lantaran tidak bisa melanjutkan sekolah di tingkat sekolah dasar. Namun, berkat kegigihannya, Idjo bisa menggapai sukses sehingga dapat menyekolahkan anak-anaknya dan pergi ke Tanah Suci untuk menunaikan ibadah haji. Bermula dari bekerja sebagai pengecer minyak tanah pada awal tahun 1970-an di daerah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sejutamotivator.wordpress.com&amp;blog=13967162&amp;post=27&amp;subd=sejutamotivator&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Menjadi </strong>agen koran bukanlah cita-cita Haji Idjo  (52). Ia bahkan pernah putus asa lantaran tidak bisa melanjutkan sekolah  di tingkat sekolah dasar. Namun, berkat kegigihannya, Idjo bisa  menggapai sukses sehingga dapat menyekolahkan anak-anaknya dan pergi ke  Tanah Suci untuk menunaikan ibadah haji.</p>
<p><a href="http://sejutamotivator.files.wordpress.com/2010/06/1059223p.png"><img class="aligncenter size-full wp-image-28" title="Haji Idjo" src="http://sejutamotivator.files.wordpress.com/2010/06/1059223p.png?w=298&#038;h=225" alt="Haji Idjo" width="298" height="225" /></a></p>
<p><span id="more-27"></span>Bermula  dari bekerja sebagai pengecer minyak tanah pada awal tahun 1970-an di  daerah Cipinang Melayu, Jakarta Timur, Idjo kemudian beralih profesi  menjadi tukang becak. Awal tahun 1980-an, Idjo hijrah ke daerah Pondok  Gede dan mangkal di Pasar Pondok Gede. Di pasar itulah Idjo mengenal  dunia loper koran. Perkenalannya dengan sub-agen di Pasar Pondok Gede  itulah yang menjadi awal kesuksesan Idjo. Pria warga Kampung Bulak RT  01/11, Kelurahan Jatirahayu, Pondokgede, Kota Bekasi, itu kini menjadi  salah satu agen penting koran Kompas dan Warta Kota.</p>
<p>Laki-laki  asal Kampung Gabus Singkil, Desa Srijaya, Tambun Utara, Kabupaten  Bekasi, itu menuturkan perjalanan hidupnya yang penuh liku. Berawal dari  kesulitan ekonomi keluarganya, Idjo akhirnya putus sekolah ketika dia  baru duduk di bangku kelas 2 SD. Setelah usianya mencapai 11 tahun, Idjo  hengkang dari kampungnya dan hijrah ke Jakarta.</p>
<p>Tepatnya di  daerah Cipinang Melayu, Idjo memulai perantauannya dan bekerja sebagai  pengecer minyak tanah. Semula penghasilannya dari berdagang minyak tanah  cukup lumayan. Namun seiring pergantian zaman, wilayah kota Jakarta  mulai diterangi oleh lampu listrik. ”Akhirnya warga yang membeli minyak  tanah berkurang. Paling-paling mereka beli minyak tanah untuk masak,”  ujar Idjo.</p>
<p>Merasa usaha berdagang minyak tanah yang digelutinya  mulai lesu, akhirnya Idjo beralih profesi. Dengan bekal hasil berdagang  minyak tanah, ia membeli sebuah becak dengan harga Rp 35.000. ”Saya lupa  tepatnya tahun berapa saya beli becak, tapi kira-kira di awal tahun  1980-an. Setelah punya becak, saya mulai narik becak di daerah  Kalimalang hingga Halim. Tapi tidak lama kemudian pemerintah Jakarta  melarang becak beroperasi. Saat itu banyak becak yang digaruk. Akhirnya  saya pindah narik becak di daerah Pondokgede,” ujar bapak empat orang  anak ini.</p>
<p>Lebih lanjut Idjo mengatakan, di Pondokgede ia kerap  mangkal di Pasar Pondokgede, tepat di depan agen koran milik Husin.  Sesekali Idjo juga singgah di kios agen koran tersebut untuk sekadar  membaca berita dari koran-koran yang dijajakan. Lama-kelamaan Idjo  tertarik untuk menambah penghasilan dengan cara menjual koran.</p>
<p>”Saat  itu saya melihat ada sekitar 20 loper koran selalu datang ke kios milik  Pak Husin. Mereka pagi-pagi sudah mengambil koran dan kembali lagi pada  siang hari untuk membayar setoran. Saat itu saya tertarik juga.  Akhirnya saya beranikan diri untuk bertanya ke Pak Husin bagaimana  syarat menjadi loper koran,” ujar Idjo.</p>
<p><strong>Jaminan surat  becak</strong></p>
<p>Betapa senangnya hati Idjo saat itu ketika  mengetahui bahwa untuk bisa berdagang koran tidak perlu syarat yang  aneh-aneh, bahkan boleh dibilang tidak ada. Husin mengatakan bahwa  syarat bisa berdagang koran hanya jujur. Karena memang tertarik untuk  berdagang koran, akhirnya Idjo menerima ’syarat’ yang diajukan Husin.</p>
<p>&#8220;Tapi  karena takut Pak Husin tidak percaya sama saya, akhirnya saya  menyerahkan surat becak saya sebagai jaminan. Sejak saat itulah akhirnya  saya memiliki dua pekerjaan. Pagi hari saya berdagang koran hingga  siang hari, selanjutnya siang hingga sore narik becak,” ujar Idjo yang  juga menyebutkan bahwa saat itu Husin adalah sub-agen koran dan kerap  mengambil koran dari daerah Cawang.</p>
<p>Dalam kurun waktu tahun 1982  hingga 1986 Idjo bekerja menjadi loper koran. Koran-koran yang dijualnya  adalah Kompas, Pos Kota, Merdeka, dan Sinar Pagi. Awalnya hanya menjual  belasan eksemplar, kemudian meningkat hingga puluhan bahkan ratusan  eksemplar. ”Saat itu tukang koran masih ditunggu warga. Saya dagang dari  pagi dari Pondokgede sampai daerah Jatimakmur jam 12 siang, masih  ditunggu pembeli,” ujar Idjo dengan logat Betawi yang sangat kental.</p>
<p>Empat  tahun kemudian kondisi Pasar Pondokgede semakin ramai. Bahkan tepat di  samping kios milik Husin berdiri sebuah agen koran baru milik Antoni.   Bedanya, Antoni adalah agen yang mendapatkan pasokan koran langsung dari  penerbit. Lantaran harga yang lebih murah dan bisa mengembalikan  koran-koran yang tidak laku, akhirnya Idjo beralih dari sub-agen milik  Husin ke agen Antoni.</p>
<p>”Meskipun dengan rasa tidak enak kepada Pak  Husin tapi akhirnya saya pindah agen karena harga yang lebih murah Rp  10. Koran juga bisa dikembalikan jika tidak laku atau sebutannya  returan,” ujarnya.</p>
<p>Usaha Idjo semakin berkembang. Ia lantas  mengajak serta sanak saudaranya untuk berdagang koran. Bahkan hanya  dalam kurun waktu tiga bulan ia sudah memiliki 30 anak buah. Saat itu  status Idjo sudah meningkat dari loper koran menjadi sub-agen koran.</p>
<p>”Saya  jadi sub-agen koran dan mengambil koran dari agen koran Antoni dari  tahun 1986 hingga tahun 1995. Selama itu juga dari hasil usaha dagang  koran saya bisa membeli rumah,” tuturnya.</p>
<p>Perjalanan usaha Idjo  mulai memasuki babak baru ketika dirinya dikenalkan oleh adiknya dengan  seseorang yang memiliki hubungan dengan sebuah penerbitan surat kabar.  Terlebih setelah Idjo berkenalan dengan Giono, agen koran Kompas di  daerah Bulakkapal.</p>
<p>Selama setahun Idjo mengambil koran dari agen  Giono hingga akhirnya tahun 1997 ia bisa mendapatkan kesempatan menjadi  agen koran meneruskan agen koran milik Wijayanto, warga Kompleks Kologad  Pondok Gede. ”Saya akhirnya jadi agen resmi meskipun masih menggunakan  nama Pak Wijayanto. Dan mulai saat itu pula saya selalu mendapatkan  pasokan koran <em>Kompas </em>langsung dari penerbit,” tuturnya.</p>
<p><strong>Empat  Rumah untuk Empat Anak</strong><br />
Kesuksesan menjadi agen koran tentu  tidak diraih Idjo dengan instan, melainkan dengan usaha keras. ”Setelah  menjadi agen koran selama empat tahun, sekitar tahun 2001 usaha saya  mulai maju. Saya berusaha sebaik mungkin. Bahkan untuk koran <em>Warta  Kota </em>saya ikut berjuang menawarkan koran itu kepada warga sejak  pertama kali terbit hingga kini jadi koran laris manis,” katanya.</p>
<p>Saat  ini Idjo sudah bisa membeli empat rumah untuk keempat anaknya. Usahanya  juga semakin maju. Lebih dari 20 sub-agen dibawahinya, di antaranya 5  sub-agen di daerah Kranggan, 3 sub-agen di Jatibening, 2 sub-agen di  Pasar Kecapi, 2 sub-agen di Pasar Rebo Bekasi, 3 sub-agen di Lubang  Buaya, dan 10 sub-agen di Pondok Gede.</p>
<p>Ia juga mempekerjakan  ratusan loper koran. Mereka memasarkan koran yang dipasok Idjo, yakni  1.300 eksemplar harian <em>Kompas, </em>1.500 eksemplar <em>Warta Kota, </em>dan  masih banyak lainnya.</p>
<p>Dari hasil usahanya selama ini, Idjo bisa  menggapai impiannya, yaitu naik haji pada tahun 2005. Lalu pada tahun  2006 Idjo membiayai istrinya, Sanih Sriyani (42), menunaikan ibadah  haji. Tahun 2007 Idjo kembali pergi haji bersama kedua orangtuanya.</p>
<p>source: http://info-jenaka.blogspot.com/2009/03/dari-tukang-becak-jadi-agen-koran.html</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sejutamotivator.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sejutamotivator.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sejutamotivator.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sejutamotivator.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sejutamotivator.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sejutamotivator.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sejutamotivator.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sejutamotivator.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sejutamotivator.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sejutamotivator.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sejutamotivator.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sejutamotivator.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sejutamotivator.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sejutamotivator.wordpress.com/27/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sejutamotivator.wordpress.com&amp;blog=13967162&amp;post=27&amp;subd=sejutamotivator&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sejutamotivator.wordpress.com/2010/06/01/motivator-pertama-haji-idjo-tukang-becak-yang-jadi-agen-koran-sukses/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c3d9413b39200a5402d44b3136670b37?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nvdya</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://sejutamotivator.files.wordpress.com/2010/06/1059223p.png" medium="image">
			<media:title type="html">Haji Idjo</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mendengar Aktif</title>
		<link>http://sejutamotivator.wordpress.com/2010/06/01/mendengar-aktif/</link>
		<comments>http://sejutamotivator.wordpress.com/2010/06/01/mendengar-aktif/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 Jun 2010 07:00:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nvdya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Komunikasi]]></category>
		<category><![CDATA[Komunikasi Efektif]]></category>
		<category><![CDATA[mendengar aktif]]></category>
		<category><![CDATA[Tips and Trik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sejutamotivator.wordpress.com/?p=20</guid>
		<description><![CDATA[Pendengar yang baik mencoba mengerti melalui apa yang dikatakan orang lain. Pada akhirnya ia boleh secara tajam tidak setuju, tetapi sebelum dia tidak setuju, ia ingin mengetahui apa sebenarnya yang dimaksudkan.. Kenneth A. Wells, American Pendengaran (listening) merupakan suatu kemahiran yang asas dan utama dalam proses kounkasi. Tetapi, aktiviti ini diabaikan atau pun tidak diberikan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sejutamotivator.wordpress.com&amp;blog=13967162&amp;post=20&amp;subd=sejutamotivator&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div><em><span style="color:#808080;">Pendengar yang baik mencoba mengerti melalui apa yang dikatakan orang lain. Pada akhirnya ia boleh secara tajam tidak setuju, tetapi sebelum dia tidak setuju, ia ingin mengetahui apa sebenarnya yang dimaksudkan..</span></em></div>
<div>Kenneth A. Wells, American</div>
<div><img class="aligncenter" title="mendengar Aktif" src="http://henzoanima.files.wordpress.com/2009/11/komunikasi-effektif1.jpg?w=320&#038;h=268" alt="Mendengar Afkti" width="320" height="268" /></div>
<div><span id="more-20"></span></div>
<div>Pendengaran (listening) merupakan suatu kemahiran yang asas dan utama  dalam proses kounkasi. Tetapi, aktiviti ini diabaikan atau pun tidak  diberikan perhatian yang serius oleh kebanyakan orang.</div>
<div>
<p>Menurut seorang pakar komunikasi, Paul Rankin, 70% daripada waktu tidak  tidur kita dalam sehari digunakan untuk berkomunikasi dan 45%  daripadanya digunakan untuk mendengar sesuatu. 30% lagi digunakan untuk  percakapan/perbualan; sebanyak 16% daripada masa komunikasi anda  digunakan untuk bacaan dan hanya 9 % masa anda dihabiskan untuk  penulisan. Kajian yang telah dibuat oleh kebanyakan pakar menunjukkan  bahawa kira-kira 85% daripada pengetahuan kita diperolehi melalui  pendengaran.</p>
<p>Para eksekutif melaporkan bahawa mereka menghabiskan 80% daripada waktu  kerja mereka dalam mesyuarat, perbincangan melalui telefon, atau  interaksi secara bersua; dan kebanyakan pekerja menghabiskan 60%  daripada masa kerja dalam pendengaran. Kajian juga menunjukkan  kebanyakan orang hanya mengingat sebahagian daripada apa yang mereka  mendengar sejurus kemudian mereka menghadiri ucapan seseorang.  Sebenarnya, kita hanya mampu mengingat kira-kira 50% daripada apa yang  kita mendengar dalam masa lapan jam. Mengikut suatu kajian baru-baru  ini, kebanyakan orang mendengar hanya 30% daripada apa yang dikatakan.</p>
<p>Active listening tidak bererti mendiam diri atau bersetuju dengan apa  yang dikatakan atau membiarkan seorang penceramah merapu bagi tempoh  masa yang tidak pasti. Sebaliknya, ia bererti menimbang sebab yang  sebenar kenapa orang lain itu mahu bercakap dengan anda; membantu orang  lain melahirkan perasaan dan ideanya; membantu orang lain menyelesaikan  masalahnya; membuat respons yang boleh menggalakkan komunikasi yang  berterusan tanpa apa-apa persetujuan atau penolakan; melayan orang lain  sebagai seorang dewasa; menyoal bagi menjelaskan fakta; mengawal  perasaan anda sendiri- terutamanya ketidaksabaran dan kemarahan; membuat  kesimpulan tentang apa yang dinyatakan tanpa komitmen atau komen atau  kritikan; dan mendapat tahu jika sebarang tindakan diperlukan daripada  anda. Pada lazimnya, listening meliputi pendengaran , pemahaman,  perhatian yang mendalam, analisis serta penilaian mesej lisan dan  tindakan ke atas apa yang telah didengar. Listenig melibatkan balasan  secara intelektual dan emosi. Active listening berlunaskan � anda adalah  penting bagi saya; saya faham dan terima dan akur bahawa apa yang kamu  fikir, merasa dan perlukan adalah benar.� Perlu ditegaskan pendengaran  secara aktif merupakan suatu kemahiran dan seperti kemahiran yang lain,  latihan dan amalan adalah penting. Kita boleh mempelajarinya untuk  berbuatnya secara baik serta berkesan. Tambahan pula, kita boleh  menambahbaikkannya sepanjang hayat kita. Active listenig adalah penting  untuk mencapai kejayaan dalam kareer kita. Kita perlu mengubah tabiat  buruk pendengaran kita dan menjadi sebagai seorang good active listener.  Anda menjadi active listener apabila anda membuat suatu ringkasan atau  rumusan mengenai points atau hujah atau alasan penting yang dikemukakan  oleh seseorang, menilainya dan menanya soalan bagi mendapat penjelasan  mengenai apa yang diutarakan oleh seorang penutur. Tumpuan perhatian  kepada minat atau kebimbangan atau kerisauan, bunyi bising, gangguan dan  rupa serta perawakan penceramah menjadi rintangan kepada pendengaran  yang berkesan atau aktif.</p>
<p>Berikut ialah sedikit tips untuk mendengar sesuatu secara aktif dan  berkesan:</p>
<p>a. Berhenti. Sebelum anda memebri perhatian kepada apa yang orang lain  mungkin merasa dan berkata, anda harus hentikan apa yang anda buat dan  hapuskan semua halangan kepada komunikasi seperti bunyi bising. Beri  tumpuan kepada orang yang berkata sesuatu.</p>
<p>b. Lihat. Perhatikan tanda-tanda atau petunjuk komunikasi bukan lisan  yang boleh membantu anda mengenal pasti perasaan orang lain. Ini adalah  kerana kebanyakan emosi ditunnjukkan melalui tanda-tanda bukan lisan.  Pandang muka orang, dengar suara orang dan perhatikan bahasa gerak- geri  orang (body language), seperti bagaimana mereka duduk, berdiri dan  membuat gerak isyarat ketika bercakap.</p>
<p>c. Dengar. Dengar dengan teliti apa yang dikatakan oleh seseorang. Orang  itu mungkin tidak akan memberitahu anda tentang perasaan anda. Lantaran  itu, anda perlu mencari kiu atau tanda. Padankan kiu lisan dan bukan  lisan dan mendaat tahu kandungan serta emosi mesej orang yang berkenaan.</p>
<p>d. Tanya soalan. Anda perlu kemukakan soalan kepada orang yang bercakap  untuk mendapat tahu idea atau mesejnya secara jelas. Anda harus gunakan  perkataan seperti 揵agaimana, apa, siapa, kenapa dan bila� untuk maksud  ini. Semua soalan yang dibangkitkan perlu bertujuan untuk mendapat  maklumat tambahan, penjelasan mengenai sesuatu perkataan atau frasa atau  fakta atau maklumat dan untuk menyemak perasaan atau makna seseorang  atau bos anda.</p>
<p>e. Memparafrasakan kandungan. Ini bererti anda perlu menyatakan semula  atau merumuskan dalam perkataan anda sendiri apa yang anda faham tentang  apa yang dikatakan atau disebut oleh orang lain. Dari masa ke semasa  merumuskan/meringkaskan secara pantas mesej yang disampaikan oleh orang  lain setakat itu bagi mengelakkan kekaburan atau kekeliruan. Contoh:  Yasmin: Saya fakir kerja saya adalah berat sangat. Saya tidak layak  untuk buat kerja itu. Rohani: Anda berpendapat anda tidak mempunyai  kemahiran yang sesuai untuk menjalankan tugas anda?</p>
</div>
<div>source: http://mforum2.cari.com.my/archiver/?tid-287571.html</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sejutamotivator.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sejutamotivator.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sejutamotivator.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sejutamotivator.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sejutamotivator.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sejutamotivator.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sejutamotivator.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sejutamotivator.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sejutamotivator.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sejutamotivator.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sejutamotivator.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sejutamotivator.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sejutamotivator.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sejutamotivator.wordpress.com/20/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sejutamotivator.wordpress.com&amp;blog=13967162&amp;post=20&amp;subd=sejutamotivator&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sejutamotivator.wordpress.com/2010/06/01/mendengar-aktif/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c3d9413b39200a5402d44b3136670b37?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nvdya</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://henzoanima.files.wordpress.com/2009/11/komunikasi-effektif1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">mendengar Aktif</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Komunikasi yang Efektif (sinar harapan)</title>
		<link>http://sejutamotivator.wordpress.com/2010/06/01/komunikasi-yang-efektif-sinar-harapan/</link>
		<comments>http://sejutamotivator.wordpress.com/2010/06/01/komunikasi-yang-efektif-sinar-harapan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 Jun 2010 06:11:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nvdya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Komunikasi]]></category>
		<category><![CDATA[Komunikasi Efektif]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sejutamotivator.wordpress.com/?p=14</guid>
		<description><![CDATA[Ketika kembali dari Singapura sehabis menerima MTV Awards Asia, Piyu, salah seorang personal grup band PADI membawakan sebuah buku yang sangat bagus buat saya. Judulnya Say it like Shakespeare karya Thomas Leech seorang pakar dan konsultan komunikasi bisnis, pembicara publik yang terkenal di Amerika Serikat. Kliennya termasuk perusahaan-perusahaan besar yang terdaftar dalam Fortune 500. Tidak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sejutamotivator.wordpress.com&amp;blog=13967162&amp;post=14&amp;subd=sejutamotivator&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal">Ketika kembali dari Singapura sehabis menerima MTV Awards  Asia,              Piyu, salah seorang personal grup band PADI membawakan  sebuah buku              yang sangat bagus buat saya. Judulnya Say it like  Shakespeare karya              Thomas Leech seorang pakar dan konsultan komunikasi bisnis,              pembicara publik yang terkenal di Amerika Serikat. Kliennya  termasuk              perusahaan-perusahaan besar yang terdaftar dalam Fortune  500.<br />
<img src="http://presentationspress.com/images/shkcovmed.JPG" alt="" /></p>
<p class="MsoNormal"><span id="more-14"></span>Tidak peduli seberapa berbakatnya seseorang, betapapun  unggulnya              sebuah produk, atau seberapa kuatnya sebuah kasus hukum,  kesuksesan              tidak akan pernah diperoleh tanpa penguasaan ketrampilan  komunikasi              yang</p>
<p class="MsoNormal">efektif. Apakah anda sedang mempersiapkan presentasi,  negosiasi              bisnis, melatih tim bola basket, membangun sebuah teamwork,  bahkan              menghadapi ujian akhir gelar kesarjanaan, maka efektifitas              komunikasi akan menentukan kesuksesan anda dalam  kegiatan-kegiatan              tersebut. Kemampuan anda dalam mengirimkan pesan atau  informasi              dengan baik, kemampuan menjadi pendengar yang baik,  kemampuan atau              ketrampilan menggunakan berbagai media atau alat audio  visual              merupakan bagian penting dalam melaksanakan komunikasi yang  efektif.<br />
Menurut penulis buku ini tidak ada seorang pun di dunia yang               memiliki kemampuan atau pengetahuan dan pemahaman mengenai              komunikasi sebaik yang dimiliki oleh William Shakespeare,  sastrawan              Inggris yang sangat terkenal di abad pertengahan, yang  hingga saat              ini masih dipandang sebagai referensi utama sastra dunia.  Selama              berabad-abad banyak sekali komunikator ulung di dunia yang              mendapatkan inspirasi dan panduan dari karya-karyanya yang  abadi.              Buku ini justru menggali lebih dalam karya-karya sang jenius  sastra              ini dan mengaplikasikan inspirasi dari karya-karya tersebut  dalam              dunia komunikasi baik personal maupun dalam komunikasi  bisnis.              Karya-karya Shakespeare ternyata mampu memberikan              pelajaran-pelajaran yang bernilai tinggi untuk menjadi  komunikator              yang efektif dan ulung, baik dalam dunia pekerjaan kita  maupun dalam              kehidupan pribadi kita.<br />
Ada lima komponen atau unsur penting dalam komunikasi yang  harus              kita perhatikan yaitu: pengirim pesan (sender), pesan yang              dikirimkan (message), bagaimana pesan tersebut dikirimkan  (delivery              channel atau media), penerima pesan (receiver), dan umpan  balik              (feedback). Kelima hal inilah yang diuraikan dengan amat  menarik              melalui penggalan-penggalan frase dari karya-karya  Shakespeare              tersebut. Seperti penggalan syair berikut yang diucapkan  oleh tokoh              karakter Ulysses yang diambil dari karya Shakespeare yang  berjudul              Troilus and Cressida yang berbunyi:<br />
No man is the lord of anything, Though in and of him there  be much              consisting, Till he communicate his parts to others.<br />
Disinilah letak pentingnya kemampuan mengembangkan  komunikasi yang              efektif yang merupakan salah satu ketrampilan yang amat  diperlukan              dalam rangka pengembangan diri kita baik secara personal  maupun              profesional. Paling tidak kita harus menguasai empat jenis              ketrampilan dasar dalam berkomunikasi yaitu: menulis –  membaca              (bahasa tulisan) dan mendengar – berbicara (bahasa lisan).  Bayangkan              betapa waktu-waktu kita setiap detik setiap saat kita  habiskan untuk              mengerjakan setidaknya salah satu dari keempat hal itu. Oleh               karenanya kemampuan untuk mengerjakan ketrampilan dasar  komunikasi              tersebut dengan baik mutlak diperlukan demi efektifitas dan              keberhasilan kita.<br />
Menurut Stephen Covey, justru komunikasi merupakan  ketrampilan yang              paling penting dalam hidup kita. Kita menghabiskan sebagian  besar              jam di saat kita sadar dan bangun untuk berkomunikasi. Sama  halnya              dengan pernafasan, komunikasi kita anggap sebagai hal yang  otomatis              terjadi begitu saja, sehingga kita tidak memiliki kesadaran  untuk              melakukannya dengan efektif. Kita tidak pernah dengan secara  khusus              mempelajari bagaimana menulis dengan efektif, bagaimana  membaca              dengan cepat dan efektif, bagaimana berbicara secara  efektif,              apalagi bagaimana menjadi pendengar yang baik. Bahkan untuk  yang              terakhir, yaitu ketrampilan untuk mendengar tidak pernah  diajarkan              atau kita pelajari dalam proses pembelajaran yang kita  lakukan baik              di sekolah formal maupun pendidikan informal lainnya. Bahkan  menurut              Covey, hanya sedikit orang yang pernah mengikuti pelatihan              mendengar. Dan sebagian besar pelatihan tersebut adalah  teknik Etika              Kepribadian, yang terpotong dari dasar karakter dan dasar  hubungan              yang mutlak vital bagi pemahaman kita terhadap keberadaan  orang              lain.<br />
<img src="http://www.odobooks.com/blog/wp-content/uploads/2009/12/covey_0.jpg" alt="" /><br />
Stephen Covey menekankan konsep kesalingtergantungan              (interdependency) untuk menjelaskan hubungan antar manusia.  Unsur              yang paling penting dalam komunikasi bukan sekedar pada apa  yang              kita tulis atau kita katakan, tetapi pada karakter kita dan              bagaimana kita menyampaikan pesan kepada penerima pesan.  Jika              kata-kata ataupun tulisan kita dibangun dari teknik hubungan  manusia              yang dangkal (etika kepribadian), bukan dari diri kita yang  paling              dalam (etika karakter), orang lain akan melihat atau membaca  sikap              kita. Jadi syarat utama dalam komunikasi efektif adalah  karakter              yang kokoh yang dibangun dari fondasi integritas pribadi  yang kuat.<br />
Kita bisa menggunakan analogi sistem bekerjanya sebuah bank.  Jika              kita mendeposito-kan kepercayaan (trust) kita, ini akan  tergambar              dalam perasaan aman yang kita miliki ketika kita berhubungan  dengan              orang lain. Jika saya membuat deposito di dalam rekening  bank emosi              dengan Anda melalui integritas, yaitu sopan santun, kebaikan  hati,              kejujuran, dan memenuhi setiap komitmen saya, berarti saya  menambah              cadangan kepercayaan Anda terhadap saya. Kepercayaan Anda  menjadi              lebih tinggi, dan dalam kondisi tertentu, jika saya  melakukan              kesalahan, anda masih dapat memahami dan memaafkan saya,  karena anda              mempercayai saya. Ketika kepercayaan semakin tinggi,  komunikasi pun              mudah, cepat, dan efektif.<br />
Covey mengusulkan enam deposito utama yang dapat menambah  rekening              bank emosi dalam hubungan kita dengan sesama:</p>
<p>Berusaha benar-benar mengerti orang lain.<br />
Ini adalah dasar dari apa yang disebut emphatetic  communication-              komunikasi empatik. Ketika kita berkomunikasi dengan orang  lain,              kita biasanya ”berkomunikasi” dalam salah satu dari empat  tingkat.              Kita mungkin mengabaikan orang itu dengan tidak serius  membangun              hubungan yang baik. Kita mungkin berpura-pura. Kita mungkin  secara              selektif berkomunikasi pada saat kita memerlukannya, atau  kita              membangun komunikasi yang atentif (penuh perhatian) tetapi  tidak              benar-benar berasal dari dalam diri kita.<br />
Bentuk komunikasi tertinggi adalah komunikasi empatik, yaitu               melakukan komunikasi untuk terlebih dahulu mengerti orang  lain –              memahami karakter dan maksud/tujuan atau peran orang lain.<br />
Kebaikan dan sopan santun yang kecil-kecil begitu penting  dalam              suatu hubungan – hal-hal yang kecil adalah hal-hal yang  besar.<br />
Memenuhi komitmen atau janji adalah deposito besar;  melanggar janji              adalah penarikan yabng besar.<br />
Menjelaskan harapan. Penyebab dari hampir semua kesulitan  dalam              hubungan berakar di dalam harapan yang bertentangan atau  berbeda              sekitar peran dan tujuan. Harapan harus dinyatakan secara  eksplisit.<br />
Meminta maaf dengan tulus ketika Anda membuat penarikan.<br />
Memperlihatkan integritas pribadi. Integritas pribadi  menghasilkan              kepercayaan dan merupakan dasar dari banyak jenis deposito  yang              berbeda.<br />
Integritas merupakan fondasi utama dalam membangun  komunikasi yang              efektif. Karena tidak ada persahabatan atau teamwork tanpa  ada              kepercayaan (trust), dan tidak akan ada kepercayaan tanpa  ada              integritas. Integritas mencakup hal-hal yang lebih dari  sekadar              kejujuran (honesty). Kejujuran mengatakan kebenaran atau              menyesuaikan kata-kata kita dengan realitas. Integritas  adalah              menyesuaikan realitas dengan kata-kata kita. Integritas  bersifat              aktif, sedangkan kejujuran bersifat pasif.<br />
Setelah kita memiliki fondasi utama dalam membangun  komunikasi yang              efektif, maka hal berikut adalah kita perlu memperhatikan 5  Hukum              Komunikasi Yang Efektif (The 5 Inevitable Laws of Efffective               Communication) yang kami kembangkan dan rangkum dalam satu  kata yang              mencerminkan esensi dari komunikasi itu sendiri yaitu REACH,  yang              berarti merengkuh atau meraih. Karena sesungguhnya  komunikasi itu              pada dasarnya adalah upaya bagaimana kita meraih perhatian,  cinta              kasih, minat, kepedulian, simpati, tanggapan, maupun respon  positif              dari orang lain.</p>
<p>Hukum # 1: Respect<br />
Hukum pertama dalam mengembangkan komunikasi yang efektif  adalah              sikap menghargai setiap individu yang menjadi sasaran pesan  yang              kita sampaikan. Rasa hormat dan saling menghargai merupakan  hukum              yang pertama dalam kita berkomunikasi dengan orang lain.  Ingatlah              bahwa pada prinsipnya manusia ingin dihargai dan dianggap  penting.              Jika kita bahkan harus mengkritik atau memarahi seseorang,  lakukan              dengan penuh respek terhadap harga diri dan kebanggaaan  seseorang.              Jika kita membangun komunikasi dengan rasa dan sikap saling              menghargai dan menghormati, maka kita dapat membangun  kerjasama yang              menghasilkan sinergi yang akan meningkatkan efektifitas  kinerja kita              baik sebagai individu maupun secara keseluruhan sebagai  sebuah tim.<br />
Bahkan menurut mahaguru komunikasi Dale Carnegie dalam  bukunya How              to Win Friends and Influence People, rahasia terbesar yang  merupakan              salah satu prinsip dasar dalam berurusan dengan manusia  adalah              dengan memberikan penghargaan yang jujur dan tulus. Seorang  ahli              psikologi yang sangat terkenal William James juga mengatakan  bahwa              ”Prinsip paling dalam pada sifat dasar manusia adalah  kebutuhan              untuk dihargai.” Dia mengatakan ini sebagai suatu kebutuhan  (bukan              harapan ataupun keinginan yang bisa ditunda atau tidak harus               dipenuhi), yang harus dipenuhi. Ini adalah suatu rasa lapar  manusia              yang tak terperikan dan tak tergoyahkan. Lebih jauh Carnegie               mengatakan bahwa setiap individu yang dapat memuaskan  kelaparan hati              ini akan menggenggam orang dalam telapak tangannya.<br />
Charles Schwabb, salah satu orang pertama dalam sejarah  perusahaan              Amerika yang mendapat gaji lebih dari satu juta dolar  setahun,              mengatakan bahwa aset paling besar yang dia miliki adalah              kemampuannya dalam membangkitkan antusiasme pada orang lain.  Dan              cara untuk membangkitkan antusiasme dan mendorong orang lain               melakukan hal-hal terbaik adalah dengan memberi penghargaan  yang              tulus. Hal ini pula yang menjadi satu dari tiga rahasia  manajer satu              menit dalam buku Ken Blanchard dan Spencer Johnson, The One  Minute              Manager.<br />
<img src="http://selfhelprevolution.files.wordpress.com/2009/02/how_to_win_friends_and_influence_people.jpg" alt="" /><br />
Hukum # 2: Empathy<br />
Empati adalah kemampuan kita untuk menempatkan diri kita  pada              situasi atau kondisi yang dihadapi oleh orang lain. Salah  satu              prasyarat utama dalam memiliki sikap empati adalah kemampuan  kita              untuk mendengarkan atau mengerti terlebih dulu sebelum  didengarkan              atau dimengerti oleh orang lain. Secara khusus Covey menaruh               kemampuan untuk mendengarkan sebagai salah satu dari 7  kebiasaan              manusia yang sangat efektif, yaitu kebiasaan untuk mengerti  terlebih              dahulu, baru dimengerti (Seek First to Understand –  understand then              be understood to build the skills of empathetic listening  that              inspires openness and trust). Inilah yang disebutnya dengan              Komunikasi Empatik. Dengan memahami dan mendengar orang lain               terlebih dahulu, kita dapat membangun keterbukaan dan  kepercayaan              yang kita perlukan dalam membangun kerjasama atau sinergi  dengan              orang lain.<br />
Rasa empati akan memampukan kita untuk dapat menyampaikan  pesan              (message) dengan cara dan sikap yang akan memudahkan  penerima pesan              (receiver) menerimanya. Oleh karena itu dalam ilmu pemasaran               (marketing) memahami perilaku konsumen (consumer’s behavior)               merupakan keharusan. Dengan memahami perilaku konsumen, maka  kita              dapat empati dengan apa yang menjadi kebutuhan, keinginan,  minat,              harapan dan kesenangan dari konsumen. Demikian halnya dengan  bentuk              komunikasi lainnya, misalnya komunikasi dalam membangun  kerjasama              tim. Kita perlu saling memahami dan mengerti keberadaan  orang lain              dalam tim kita. Rasa empati akan menimbulkan respek atau              penghargaan, dan rasa respek akan membangun kepercayaan yang               merupakan unsur utama dalam membangun teamwork.<br />
Jadi sebelum kita membangun komunikasi atau mengirimkan  pesan, kita              perlu mengerti dan memahami dengan empati calon penerima  pesan kita.              Sehingga nantinya pesan kita akan dapat tersampaikan tanpa  ada              halangan psikologis atau penolakan dari penerima.<br />
Empati bisa juga berarti kemampuan untuk mendengar dan  bersikap              perseptif atau siap menerima masukan ataupun umpan balik  apapun              dengan sikap yang positif. Banyak sekali dari kita yang  tidak mau              mendengarkan saran, masukan apalagi kritik dari orang lain.  Padahal              esensi dari komunikasi adalah aliran dua arah. Komunikasi  satu arah              tidak akan efektif manakala tidak ada umpan balik (feedback)  yang              merupakan arus balik dari penerima pesan. Oleh karena itu  dalam              kegiatan komunikasi pemasaran above the lines (mass media              advertising) diperlukan kemampuan untuk mendengar dan  menangkap              umpan balik dari audiensi atau penerima pesan.<br />
<img src="http://www.vestwa.com.my/blog/wp-content/uploads/2008/11/stephen-covey-7-habits-ah-beng.bmp" alt="" /><br />
Hukum # 3: Audible<br />
Makna dari audible antara lain: dapat didengarkan atau  dimengerti              dengan baik. Jika empati berarti kita harus mendengar  terlebih              dahulu ataupun mampu menerima umpan balik dengan baik, maka  audible              berarti pesan yang kita sampaikan dapat diterima oleh  penerima              pesan. Hukum ini mengatakan bahwa pesan harus disampaikan  melalui              media atau delivery channel sedemikian hingga dapat diterima  dengan              baik oleh penerima pesan. Hukum ini mengacu pada kemampuan  kita              untuk menggunakan berbagai media maupun perlengkapan atau  alat bantu              audio visual yang akan membantu kita agar pesan yang kita  sampaikan              dapat diterima dengan baik. Dalam komunikasi personal hal  ini              berarti bahwa pesan disampaikan dengan cara atau sikap yang  dapat              diterima oleh penerima pesan.</p>
<p>Hukum # 4: Clarity<br />
Selain bahwa pesan harus dapat dimengerti dengan baik, maka  hukum              keempat yang terkait dengan itu adalah kejelasan dari pesan  itu              sendiri sehingga tidak menimbulkan multi interpretasi atau  berbagai              penafsiran yang berlainan. Ketika saya bekerja di  Sekretariat              Negara, hal ini merupakan hukum yang paling utama dalam  menyiapkan              korespondensi tingkat tinggi. Karena kesalahan penafsiran  atau pesan              yang dapat menimbulkan berbagai penafsiran akan menimbulkan  dampak              yang tidak sederhana.<br />
Clarity dapat pula berarti keterbukaan dan transparansi.  Dalam              berkomunikasi kita perlu mengembangkan sikap terbuka (tidak  ada yang              ditutupi atau disembunyikan), sehingga dapat menimbulkan  rasa              percaya (trust) dari penerima pesan atau anggota tim kita.  Karena              tanpa keterbukaan akan timbul sikap saling curiga dan pada              gilirannya akan menurunkan semangat dan antusiasme kelompok  atau tim              kita.</p>
<p>Hukum # 5: Humble<br />
Hukum kelima dalam membangun komunikasi yang efektif adalah  sikap              rendah hati. Sikap ini merupakan unsur yang terkait dengan  hukum              pertama untuk membangun rasa menghargai orang lain, biasanya               didasari oleh sikap rendah hati yang kita miliki. Dalam  edisi              Mandiri 32 Sikap Rendah Hati pernah kita bahas, yang pada  intinya              antara lain: sikap yang penuh melayani (dalam bahasa  pemasaran              Customer First Attitude), sikap menghargai, mau mendengar  dan              menerima kritik, tidak sombong dan memandang rendah orang  lain,              berani mengakui kesalahan, rela memaafkan, lemah lembut dan  penuh              pengendalian diri, serta mengutamakan kepentingan yang lebih  besar.<br />
Jika komunikasi yang kita bangun didasarkan pada lima hukum  pokok              komunikasi yang efektif ini, maka kita dapat menjadi seorang               komunikator yang handal dan pada gilirannya dapat membangun  jaringan              hubungan dengan orang lain yang penuh dengan penghargaan  (respect),              karena inilah yang dapat membangun hubungan jangka panjang  yang              saling menguntungkan dan saling menguatkan.n</p>
<p><span style="font-family:Arial;font-size:x-small;">Pengelola rubrik:<br />
Aribowo Prijosaksono<br />
dan Roy Sembel </span></p>
<p><span style="font-family:Arial;font-size:x-small;"> Aribowo Prijosaksono <a class="smarterwiki-linkify" href="mailto:%28email:aribowo_ps@hotmail.com%29">(email:aribowo_ps@hotmail.com)</a> dan Roy  Sembel              (<a class="smarterwiki-linkify" href="http://www.roy-sembel.com/">http://www.roy-sembel.com</a>) adalah  co-founder dan direktur The              Indonesia Learning Institute – INLINE (<a class="smarterwiki-linkify" href="http://www/">http://www</a>. inline.or.id),              sebuah lembaga pembelajaran untuk para eksekutif dan  profesional.</span></p>
<p><span style="font-family:Arial;font-size:x-small;">source: http://www.sinarharapan.co.id/ekonomi/mandiri/2002/04/1/man01.html<br />
</span>﻿</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sejutamotivator.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sejutamotivator.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sejutamotivator.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sejutamotivator.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sejutamotivator.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sejutamotivator.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sejutamotivator.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sejutamotivator.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sejutamotivator.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sejutamotivator.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sejutamotivator.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sejutamotivator.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sejutamotivator.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sejutamotivator.wordpress.com/14/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sejutamotivator.wordpress.com&amp;blog=13967162&amp;post=14&amp;subd=sejutamotivator&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sejutamotivator.wordpress.com/2010/06/01/komunikasi-yang-efektif-sinar-harapan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c3d9413b39200a5402d44b3136670b37?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nvdya</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://presentationspress.com/images/shkcovmed.JPG" medium="image" />

		<media:content url="http://www.odobooks.com/blog/wp-content/uploads/2009/12/covey_0.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://selfhelprevolution.files.wordpress.com/2009/02/how_to_win_friends_and_influence_people.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.vestwa.com.my/blog/wp-content/uploads/2008/11/stephen-covey-7-habits-ah-beng.bmp" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Komunikasi yang Efektif  (Diskusi Pra LKMM Stikosa)</title>
		<link>http://sejutamotivator.wordpress.com/2010/06/01/komunikasi-yang-efektif-diskusi-pra-lkmm-stikosa/</link>
		<comments>http://sejutamotivator.wordpress.com/2010/06/01/komunikasi-yang-efektif-diskusi-pra-lkmm-stikosa/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 Jun 2010 06:09:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nvdya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Komunikasi]]></category>
		<category><![CDATA[Komunikasi Efektif]]></category>
		<category><![CDATA[Teori]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sejutamotivator.wordpress.com/?p=12</guid>
		<description><![CDATA[Kegiatan komunikasi sudah menjadi sebagian besar kegiatan kita sehari-hari, mulai antar teman/pribadi, kelompok, organisasi atau massa. Kalau lebih teliti lagi banyak kegagalan dari komunikasi yang kita lakukan. Bisa jadi bentuknya karena tujuan yang kita inginkan belum tercapai. Bukan tujuan komunikasi secara egois loh. Tetapi tujuan komunikasi yang lebih pada, tidak adanya saling kesepahaman, belum bertambahnya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sejutamotivator.wordpress.com&amp;blog=13967162&amp;post=12&amp;subd=sejutamotivator&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="post-3 post type-post hentry category-perspektif-praktis">
<div class="snap_preview">
<p>Kegiatan komunikasi sudah  menjadi sebagian besar kegiatan kita sehari-hari, mulai antar  teman/pribadi, kelompok, organisasi atau massa. Kalau lebih teliti lagi  banyak kegagalan dari komunikasi yang kita lakukan. Bisa jadi bentuknya  karena tujuan yang kita inginkan belum tercapai. Bukan tujuan komunikasi  secara egois loh. Tetapi tujuan komunikasi yang lebih pada, tidak  adanya saling kesepahaman, belum bertambahnya informasi, serta ada usaha  perubahan tingkah laku pada orang atau teman kita itu. Yang terkadang  tidak hanya diartikan persetujuan.</p>
</div>
</div>
<div class="post-3 post type-post hentry category-perspektif-praktis">
<div class="snap_preview">
<p><span id="more-12"></span><strong>Komunikasi</strong></p>
<p>Kegiatan komunikasi pada prinsipnya adalah aktivitas pertukaran ide  atau gagasan.  Secara sederhana, kegiatan komunikasi dipahami sebagai  kegiatan penyampaian dan penerimaan pesan atau ide dari satu pihak ke  pihak lain, dengan tujuan untuk mencapai kesamaan pandangan atas ide  yang dipertukarkan tersebut.</p>
<p>Elemen-elemen yang terdapat dalam komunikasi adalah:<br />
- Komunikator    : orang yang menyampaikan pesan<br />
- Pesan                 : ide atau informasi yang disampaikan<br />
- Media                : sarana komunikasi<br />
- Komunikan       : <em>audience</em>, pihak yang menerima pesan<br />
- Umpan Balik     : respon dari komunikan terhadap pesan yang  diterimanya</p>
<p>Dalam kehidupan nyata mungkin ada yang menyampaikan pesan/ ide; ada  yang menerima atau mendengarkan pesan; ada pesan itu sendiri; ada media  dan tentu ada respon berupa tanggapan terhadap pesan.  Secara ideal,  tujuan komunikasi bisa menghasilkan kesepakatan-kesepakatan bersama  terhadap ide atau pesan yang disampaikan.</p>
<p><strong>Fungsi  Komunikasi </strong><br />
- Membangun Konsep Diri (<em>Establishing Self-Concept</em>)<br />
- Eksistensi Diri (<em>Self Existence</em>)<br />
- Kelangsungan Hidup (<em>Live Continuity</em>)<br />
- Memperoleh Kebahagiaan (<em>Obtaining Happiness</em>)<br />
- Terhindar dari Tekanan dan Ketegangan (<em>Free from Pressure and  Stress</em>)</p>
<p><em>William I. Gorden, Communication : Personal and  Public,1978</em></p>
<p><strong>Persepsi : Inti Komunikasi</strong></p>
<p>Kesan adalah nuansa rasa manusia kepada obyek tertentu; obyek itu  bisa barang bisa orang. Kita terkesan, karena ada sesuatu yang menarik  dari obyek tersebut. Kita bisa terkesan kepada orang karena  bermacam-macam; bisa karena wajah cantiknya, tampan, berkumis; bisa  karena kata-katanya, karena janjinya, dan sebagainya.  Membuat kesan  yang baik, berarti kita harus berbuat dan bersikap tertentu yang membuat  agar orang lain tertarik.</p>
<p><strong>Persepsi</strong> didefinisikan sebagai interpretasi bermakna  atas sensasi sebagai representatif obyek eksternal. Proses menafsirkan  informasi indrawi. Jika persepsi kita tidak akurat kita tidak munglkin  bisa berkomunikasi secara efektif.<em>Rudolp F.Verdeber, Communicate,  1978</em></p>
<p>Proses mencapai kesepakatan (<em>Sharing of meaning</em>), lazimnya  berlangsung secara bertahap. Karena itu, lebih awal kita perlu  memperhatikan  5 (lima) sasaran pokok dalam proses komunikasi, yaitu:</p>
<ol>
<li>Membuat pendengar <strong>mendengarkan</strong> apa yang kita  katakan (atau melihat apa yang kita tunjukkan kepada mereka)</li>
<li>Membuat pendengar <strong>memahami</strong> apa yang mereka dengar  atau lihat</li>
<li>Membuat pendengar <strong>menyetujui</strong> apa yang telah mereka  dengar (atau tidak menyetujui apa yang kita katakan, tetapi dengan  pemahaman yang benar)</li>
<li>Membuat pendengar <strong>mengambil tindakan</strong> yang sesuai  dengan maksud kita dan maksud kita bisa mereka terima</li>
<li>Memperoleh <strong>umpan balik</strong> dari pendengar</li>
</ol>
<p>Tentu tidaklah mudah untuk membuat sebuah komunikasi berjalan dengan  menghasilkan kesepakatan secara utuh sesuai tujuannya. Karena, salah  satu prinsip dalam berkomunikasi, yakni terdapatnya kesulitan-kesulitan  pokok dalam mencapai tujuan. Berikut matrik tujuan dan kesulitan dalam  proses komunikasi.</p>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td width="167" valign="top">Tujuan</td>
<td width="375" valign="top">Kesulitan</td>
</tr>
<tr>
<td rowspan="2" width="167">MENDENGAR</td>
<td width="375" valign="top">-       Orang sulit memusatkan perhatian  baik pada kata yang tertulis maupun terucap untuk waktu yang lama</td>
</tr>
<tr>
<td width="375" valign="top">-       Orang kurang memiliki perhatian  pada apa yang bagi mereka tampak kurang penting</td>
</tr>
<tr>
<td rowspan="4" width="167">MEMAHAMI</td>
<td width="375" valign="top">-       Orang memiliki asumsi berdasarkan  pengalaman masa lalunya</td>
</tr>
<tr>
<td width="375" valign="top">-       Orang sering tidak memahami jenis  bahasa yang dipakai pembicara</td>
</tr>
<tr>
<td width="375" valign="top">-       Orang lebih mudah salah mengerti  saat mereka mendengar tanpa melihat</td>
</tr>
<tr>
<td width="375" valign="top">-       Orang sering sudah menarik  kesimpulan padahal kita belum selesai bicara.</td>
</tr>
<tr>
<td rowspan="2" width="167">MENYETUJUI</td>
<td width="375" valign="top">-       Orang sering merasa curiga terhadap  orang lain yang sedang sedang membujuk mereka</td>
</tr>
<tr>
<td width="375" valign="top">-       Orang tidak suka jika dibuktikan  bersalah</td>
</tr>
<tr>
<td rowspan="3" width="167">BERTINDAK</td>
<td width="375" valign="top">-       Tidak mudah bagi banyak orang untuk  mengubah kebiasaan mereka</td>
</tr>
<tr>
<td width="375" valign="top">-       Orang merasa takut akan akibat dari  pengambilan tindakan yang keliru</td>
</tr>
<tr>
<td width="375" valign="top">-       Banyak orang tidak suka mengambil  keputusan</td>
</tr>
<tr>
<td rowspan="2" width="167">UMPAN BALIK</td>
<td width="375" valign="top">-       Beberapa orang sering dengan  sengaja menyembunyikan reaksi dan apa yang sesungguhnya mereka pikirkan</td>
</tr>
<tr>
<td width="375" valign="top">-       Penampilan dapat bersifat  memperdaya -anggukan kepala, mungkin tidak selalu tanda setuju dan  mengerti, karena bisa digunakan untuk menutupi ketidak tahuan atau  keragu-raguan.</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Jika menyimak matrik di atas, sebetulnya kesulitan itu biasa dialami  dialami oleh penyampai ide maupun penerimanya. Persoalannya bagaimana  kita mengatasi kesulitan itu. <strong>Komunikasi Efektif Joseph de Vito</strong>,  pakar komunikasi menyebut ada 5 kualitas umum yang dipertimbangkan  untuk efektifitas sebuah komunikasi. Kualitas ini antara lain:</p>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td width="185" valign="top"><strong>Kualitas Komunikasi</strong></td>
<td width="308" valign="top"><strong>Deskripsi</strong></td>
</tr>
<tr>
<td width="185" valign="top"><em>Openess</em></td>
<td width="308" valign="top">Adanya keterbukaan</td>
</tr>
<tr>
<td width="185" valign="top"><em>Supportiveness</em></td>
<td width="308" valign="top">Saling mendukung</td>
</tr>
<tr>
<td width="185" valign="top"><em>Positiviness</em></td>
<td width="308" valign="top">Bersikap positif</td>
</tr>
<tr>
<td width="185" valign="top"><em>Emphaty</em></td>
<td width="308" valign="top">Memahami perasaan orang lain</td>
</tr>
<tr>
<td width="185" valign="top"><em>Equality</em></td>
<td width="308" valign="top">Kesetaraan</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Namun demikian, yang paling mendasar dalam sebuah kegiatan komunikasi  adalah adanya rasa saling percaya. Kalau sudah percaya, biasanya apapun  yang dikatakan pastilah diterima! Satu hal lagi, efisiensi. Komunikasi  yang efisien adalah komunikasi yang tidak membutuhkan upaya besar agar  mencapai tujuannya.</p>
<p><img src="http://promagmulia.net/gambar/gambarskill12_a.jpg" alt="Komunikasi Efektif" /></p>
<p><strong>Kualitas komunikator </strong></p>
<p>Partisipasi merupakan modal dasar untuk menyelenggarakan komunikasi  yang efektif. Karenanya  dibutuhkan kemampuan komunikasi efektif.  Kemampuan ini meliputi kemampuan untuk berbagi ide, mengkritik dari  semua aspek, mendorong dan merangsang imajinasi, menolak buah pikiran  yang kurang tepat, dan mengenal sejak dini solusi yang mungkin bisa  diambil.</p>
<p><strong>Kualitas komunikator efektif </strong></p>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td width="133" valign="top">Menilai Orang</td>
<td width="399" valign="top">Tahu mana yang penting dan menghargai  kontribusi orang lain</td>
</tr>
<tr>
<td width="133" valign="top">Mendengarkan secara Aktif</td>
<td width="399" valign="top">Berusaha keras memahami keinginan dan  masalah orang lain</td>
</tr>
<tr>
<td width="133" valign="top">Bijaksana</td>
<td width="399" valign="top">Memberikan kritik secara halus. konstruktif  dan hormat</td>
</tr>
<tr>
<td width="133" valign="top">Memberikan pujian</td>
<td width="399" valign="top">Menghargai orang lain dan kontribusi mereka  di depan umum</td>
</tr>
<tr>
<td width="133" valign="top">Konsisten</td>
<td width="399" valign="top">Mengendalikan suasana riang; memperlakukan  sama bagi semuanya: tidak favorit</td>
</tr>
<tr>
<td width="133" valign="top">Mengakui kesalahan</td>
<td width="399" valign="top">Kemauan untuk mengakui kesalahan</td>
</tr>
<tr>
<td width="133" valign="top">Memiliki rasa humor</td>
<td width="399" valign="top">Mempertahankan posisi yang menyenangkan dan  pendekatan yang enak</td>
</tr>
<tr>
<td width="133" valign="top">Memberi contoh yang baik</td>
<td width="399" valign="top">Melakukan apa yang diharapkan orang lain</td>
</tr>
<tr>
<td width="133" valign="top">Menggunakan bahasa Jelas, Lugas, dan Tepat</td>
<td width="399" valign="top">Kata-kata yang lazim, konkret, pemberian  petunjuk, yang menyentuh perasaan penyimak. Hindari kata-kata bercita  rasa buruk, kata-kata langsung</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Ketika berkomunikasi, kita pasti memiliki persepsi tertentu pada  pendengar begitu pula sebaliknya. Kekeliruan yang sering terjadi dalam  berkomunikasi adalah ketika seseorang menyampaikan informasi dengan  ukurannya sendiri. Ini harus dihindarkan karena komunikasi senantiasa  melibatkan orang lain.</p>
<p>Ahli komunikasi berpesan jika akan berhasil, maka rumusan kunci yang  harus dipegang  adalah “<em>Know your audience</em>!” – ketahuilah siapa  yang Anda ajak bicara. ”Seorang komunikator yang dialogis harus mencoba  mengenali dan memperkecil kecenderungannya terhadap manipulasi,  keegoisan, dan obyektivasi orang lain”.<em>Johannessen, R.L., Ethics in  Human Communications, 1983</em></p>
<p><strong>Meningkatkan kemampuan menyimak secara efektif</strong> :<br />
-    Memberikan perhatian<br />
-    Memahami komunikasi verbal dan non verbal<br />
-    Meningkatkan kemampuan dalam memahami symbol verbal dan non verbal  dengan menambah referensi  pemahaman<br />
-    Menyimak untuk menganalisa dan mengevaluasi<br />
-    Meningkatkan keahlian menyimak antarpersonal</p>
<p>Hambatan-hambatan komunikasi yang sering terjadi adalah:</p>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td width="163" valign="top">Jenis Hambatan</td>
<td width="365" valign="top">Deskripsi</td>
</tr>
<tr>
<td width="163" valign="top">Fisik</td>
<td width="365" valign="top">Hal menyangkut ruang fisik, lingkungan</td>
</tr>
<tr>
<td width="163" valign="top">Biologis</td>
<td width="365" valign="top">Hambatan karena ketidaksempurnaan  anggota  tubuh</td>
</tr>
<tr>
<td width="163" valign="top">Intelektual</td>
<td width="365" valign="top">Hambatan yang berhubungan dengan kemampuan  pengetahuan</td>
</tr>
<tr>
<td width="163" valign="top">Psikis</td>
<td width="365" valign="top">Hambatan yang menyangkut faktor kejiwaan,  emosional, tidak saling percaya, penilaian menghakimi</td>
</tr>
<tr>
<td width="163" valign="top">Kultural</td>
<td width="365" valign="top">Hambatan yang berkaitan dengan nilai  budaya, bahasa,</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Sebetulnya, kesulitan berkomunikasi yang paling besar berada dalam  diri kita sendiri. Kurang yakin, kurang percaya diri, memandang orang  lain kurang, lebih mendominasi, apalagi tinggi hati adalah sesuatu yang  harus di <em>swicth </em>dan melatih kebalikannya.</p>
<p>“Anda akan mampu menyusun pikiran anda dengan lebih mudah dan lebih  efektif jika Anda mengingat-ngingat struktur pembicaraan : Apa yang akan  dibicarakan, isi pembicaraan dan Apa yang telah anda bicarakan”.Larry  King, Seni Berbicara, 2003</p>
<p>Ternyata berkomunikasi tidak semudah yang kita bayangkan, upaya  terus-menerus harus dilakukan untuk peningkatan pengetahuan dan  ketrampilan. Itupun tidak cukup, ketrampilan tersebut perlu di asah  terus dan senantiasa mengetahui perkembangan dan wacana mereka. Selamat  berkomunikasi, semoga lebih komunikatif!</p>
<address>Disampaikan sebagai bahan bacaan dalam Diskusi Pra LKMM  Stikosa-AWS, Sabtu, 17 September 2005</address>
<address>(dewi s. tanti)</p>
<p>Source: http://www.sinarharapan.co.id/ekonomi/mandiri/2002/04/1/man01.html</p>
</address>
</div>
</div>
<p>﻿</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sejutamotivator.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sejutamotivator.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sejutamotivator.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sejutamotivator.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sejutamotivator.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sejutamotivator.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sejutamotivator.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sejutamotivator.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sejutamotivator.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sejutamotivator.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sejutamotivator.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sejutamotivator.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sejutamotivator.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sejutamotivator.wordpress.com/12/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sejutamotivator.wordpress.com&amp;blog=13967162&amp;post=12&amp;subd=sejutamotivator&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sejutamotivator.wordpress.com/2010/06/01/komunikasi-yang-efektif-diskusi-pra-lkmm-stikosa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c3d9413b39200a5402d44b3136670b37?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nvdya</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://promagmulia.net/gambar/gambarskill12_a.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Komunikasi Efektif</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Teknik Bicara Efektif</title>
		<link>http://sejutamotivator.wordpress.com/2010/06/01/teknik-bicara-efektif/</link>
		<comments>http://sejutamotivator.wordpress.com/2010/06/01/teknik-bicara-efektif/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 Jun 2010 06:05:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nvdya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Komunikasi]]></category>
		<category><![CDATA[Komunikasi Efektif]]></category>
		<category><![CDATA[Tips and Trik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sejutamotivator.wordpress.com/?p=9</guid>
		<description><![CDATA[Berikut ini tips / teknik bagaimana berbicara yang efektif , lugas dan jelas. Terutama ketika kita berbicara dengan atasan atau sedang meloby orang atau saat kita presentasi dihadapan orang banyak.  Jika kita bicara terlalu panjang lebar dan tidak penting maka wibawa kita akan berkurang dan audience pastinya kesal dan bosen. Oleh karena itu, saya akan sharing [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sejutamotivator.wordpress.com&amp;blog=13967162&amp;post=9&amp;subd=sejutamotivator&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Berikut ini tips / teknik bagaimana  berbicara yang efektif , lugas dan jelas. Terutama ketika kita berbicara  dengan atasan atau sedang meloby orang atau saat kita presentasi  dihadapan orang banyak.  Jika kita bicara terlalu panjang lebar dan  tidak penting maka wibawa kita akan berkurang dan audience pastinya  kesal dan bosen.<span id="more-9"></span></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:center;"><img src="http://dreamindonesia.files.wordpress.com/2009/06/berbicara2.jpg" alt="Berbicara Efektif" align="middle" /></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Oleh karena itu, saya akan sharing  mengenai teknik jitu presentasi secara efektif. Semoga sangat bermanfaat  bagi kalian yang ingin menguasai communication skill yang baik.</p>
<ol>
<li> jangan terlalu sering menggunakan kata “e” atau “emm”  yang  merupakan jedah antar kalimat.</li>
<li>
<div style="text-align:justify;">ketika berbicara usahakan melihat dahi  audience agar tampak seolah menatap wajah para audience.</div>
</li>
<li>
<div style="text-align:justify;">nada dan ritme berbicara di usahakan  datar (tidak tinggi rendah)</div>
</li>
<li>
<div style="text-align:justify;">kuasai audience dengan joke segar  tetapi tidak porno/jorok</div>
</li>
<li>
<div style="text-align:justify;">timbulkan interaksi komunikasi yg  seimbang dgn audience artinya kadangkala kemampuan mendengarkan akan  lebih baik daripada berbicara untuk presentasi tertentu.</div>
</li>
</ol>
<p style="text-align:justify;">Danny I. Yatim, Media &amp;  Communication Adviser dari GRM International, mengadakan lokakarya  berpresentasi efektif. Salah satu materinya adalah kesalahpengggunaan  tiga kata yang perlu kita hilangkan dari kebiasaan berbicara kita.  Penggunaan tiga kata ini berakar pada budaya rendah hati yang pada  dasarnya baik. Sayangnya, berdampak buruk pada kekuatan pesan kita.</p>
<p style="text-align:justify;">Apa saja tiga kata itu?</p>
<p style="text-align:justify;">1. Kebetulan</p>
<p style="text-align:justify;">- “Kebetulan, saya ditunjuk sebagai  ketua panitia.”<br />
- “Kebetulan, Pak Danny berada di sini untuk menyampaikan bagaimana cara  presentasi yang baik.”</p>
<p style="text-align:justify;">Danny biasanya langsung memberikan  faktor kejutan dengan menyampaikan, “Bapak-bapak mungkin kebetulan  berada di sini. Tapi saya tidak. Saya tidak kebetulan ada di sini. Saya  memang sengaja ke sini untuk kepentingan Bapak-bapak semua.”</p>
<p style="text-align:justify;">Kalau memang bukan kebetulan, jangan  gunakan kata ini. Tunjukkan niat dan keinginan kita sejelas-jelasnya.  “Saya dipilih sebagai ketua panitia berdasarkan kesepakatan kita  bersama. Karena itu, saya mengharapkan kerja sama Anda semua.”</p>
<p style="text-align:justify;">2. Mungkin</p>
<p style="text-align:justify;">- “Alternatifnya mungkin ada dua…”<br />
- “Solusinya mungkin bisa kita temukan dengan cara…”</p>
<p style="text-align:justify;">Hilangkan kata “mungkin” dalam konteks  di atas. Yang pasti-pasti saja. Kalau memang penting bagi hadirin untuk  mengetahui probabilitas, sampaikan dengan jelas. “Ini adalah solusinya.  Berdasarkan pengalaman kita dari tahun 1995, kemungkinan berhasilnya  75%.”</p>
<p style="text-align:justify;">3. (Akan) Mencoba</p>
<p style="text-align:justify;">- “Saya akan mencoba menyanyikan sebuah  lagu.”<br />
- “Saya coba jelaskan dengan diagram berikut…”</p>
<p style="text-align:justify;">Seperti yang disampaikan Yoda dalam Star  Wars, “Lakukan [saja]. Jangan mencoba.”</p>
<p style="text-align:justify;">Hilangkan semua percobaan dan jadikanlah  pesan yang kuat:</p>
<p style="text-align:justify;">+ “Saya akan menyanyikan sebuah lagu.”<br />
+ “Lihat diagram berikut.”</p>
<p style="text-align:justify;">Apakah tiga kesalahpenggunaan kata ini  sudah Anda hilangkan dari gaya bicara Anda?</p>
<p>source: <a href="http://anriz.com/teknik-bicara-efektif/">anriz.com/teknik-bicara-efektif/</a></p>
<p>﻿</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sejutamotivator.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sejutamotivator.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sejutamotivator.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sejutamotivator.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sejutamotivator.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sejutamotivator.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sejutamotivator.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sejutamotivator.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sejutamotivator.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sejutamotivator.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sejutamotivator.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sejutamotivator.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sejutamotivator.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sejutamotivator.wordpress.com/9/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sejutamotivator.wordpress.com&amp;blog=13967162&amp;post=9&amp;subd=sejutamotivator&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sejutamotivator.wordpress.com/2010/06/01/teknik-bicara-efektif/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c3d9413b39200a5402d44b3136670b37?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nvdya</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://dreamindonesia.files.wordpress.com/2009/06/berbicara2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Berbicara Efektif</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Poker Face</title>
		<link>http://sejutamotivator.wordpress.com/2010/06/01/4/</link>
		<comments>http://sejutamotivator.wordpress.com/2010/06/01/4/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 Jun 2010 06:01:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nvdya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Body Language]]></category>
		<category><![CDATA[Poker Face]]></category>
		<category><![CDATA[Trik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sejutamotivator.wordpress.com/?p=4</guid>
		<description><![CDATA[Don&#8217;t put your poker face on.. Istilah ini pertama kali kedengaran waktu film Iron Man. Tony Stark menyebut Obidiah (Lupa ejaannya), memasang poker face di salah satu scene film itu. Sekarang istilah ini kan lagi hangat2nya karena lagunya si Mbak Lady Gaga, &#8216;Poker Face&#8217;. Selalu bercokol di 3 besar US billboard top 40. Saingannya cuma [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sejutamotivator.wordpress.com&amp;blog=13967162&amp;post=4&amp;subd=sejutamotivator&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Don&#8217;t put your poker face on..<br />
Istilah ini pertama kali kedengaran  waktu film Iron Man. Tony Stark menyebut Obidiah (Lupa ejaannya),  memasang poker face di salah satu scene film itu. Sekarang istilah ini  kan lagi hangat2nya karena lagunya si Mbak Lady Gaga, &#8216;Poker Face&#8217;.  Selalu bercokol di 3 besar US billboard top 40. Saingannya cuma om Flo  Rida.<br />
Yang mau dibahas bukan tentang lagu &#8216;Poker Face&#8217;, tapi lebih ke  istilah &#8216;Poker Face&#8217;-nya. kalo lagunya emang top bgt tuh. Recomended by  Bona deh. Lagu2 Mbak Lady Gaga yg lain yang masuk kategori lumayan  bagus, &#8216;Papparazi&#8217; sama &#8216;Let&#8217;s Dance&#8217; (versi remix dengan kang AKON).  Kok jadi bahas mbak Lady Gaga ya. (kalo di Indo, ada mie instant &#8216;Gaga&#8217;,  kalo di Amrik gak ada kali ya, soalnya gak mungkin kan orangtuanya mbak  Lady Gaga ngasi nama mie instant ke anaknya)..<span id="more-4"></span></p>
<p>Back to Poker  Face. Kalo dilihat di kamus sih,<br />
<span class="Apple-style-span" style="font-style:italic;"><span class="Apple-style-span" style="font-weight:bold;"><span class="Apple-style-span" style="color:#3366ff;">Poker Face = A face without any interpretable  expression (as that of a good poker player) </span></span></span><br />
So  apa sebenarnya &#8216;poker face&#8217; ini?</p>
<p><img src="http://www.cartoonstock.com/lowres/cga0058l.jpg" alt="Poker Face Image" align="middle" /><br />
<span id="fullpost"><br />
</span>Poker face atau disebut juga Blank Expression dalam wikipedia disebutkan bahwa :<br />
<span style="color:#999999;"><em>&#8221; A <strong>blank expression</strong> is a </em></span><a title="Facial  expression" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Facial_expression"><span style="color:#999999;"><em>facial expression</em></span></a><span style="color:#999999;"><em> characterized by the neutral position  of facial features and implies a lack of strong emotion. It may be  caused by a lack of </em></span><a title="Emotion" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Emotion"><span style="color:#999999;"><em>emotion</em></span></a><span style="color:#999999;"><em>, </em></span><a title="Boredom" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Boredom"><span style="color:#999999;"><em>boredom</em></span></a><span style="color:#999999;"><em>,  slight </em></span><a class="mw-redirect" title="Confusion" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Confusion"><span style="color:#999999;"><em>confusion</em></span></a><span style="color:#999999;"><em> (such as when  someone refers to something which the listener does not understand) a  deliberate attempt to disguise one&#8217;s emotions, suchh,, as when playing  poker, or a sign of depression. It is also the expression most common  while asleep&#8221;</em></span><br />
<span id="fullpost"><br />
Pernah gak  ngalamin situasi dimana kita sangat susah membaca expresi teman kita.  Kalo ya, ada dua kemungkinan nih. Teman kita gak mau kita bisa nebak  pikirannya (pasang &#8216;poker face&#8217;), atau yg kedua, teman kita ini emang  tipe orang yg non expressif. Kan ada tuh orang yang ngomongnya tanpa  ekspresi, mau sedih, senang, lucu, marah, mukanya sama2 aja tuh aka  pas-pasan <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> . Secara teori emang susah untuk mempraktekkan &#8216;poker face&#8217;  secara biasanya expresi kita akan sejalan sengan pikiran kita. Pesan  yang disampaikan dari otak akan segera kita eksekusi dengan ekspresi  kita. Nah katanya nih, kalo kita mau praktekin &#8216;Poker Face&#8217;, kita harus  bisa ngeblock pesan dari otak kita sebelum sampai tahap eksekusi. Ribet  bgt ya. Bagaimana caranya, don&#8217;t ask me&#8230; Kata orang sih, aku itu  paling mudah ditebak. Just like aquarium. Semuanya langsung kelihatan  dari luarnya. Tapi bukan telanjang ya&#8230; <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  Salah satu kelemahanku  adalah, tidak bisa berpura-pura baik di depan orang yang gak aku suka.  Pasti langsung kelihatan bgt. he he&#8230;.</span></p>
<p>Tapi perlukah &#8220;Poker  Face&#8221; itu? Kadang-kadang sih perlu. Kita gak harus selalu terlalu  ekspresif. Sometimes perlu Berusaha memahami sesuatu dulu sebelum pasang  ekspresi yg bisa merusak sikon. Belum ngerti masalah kita uduh keburu  pasang muka masam yg kadarnya bisa sampai masak &#8216;arsik&#8217;. Tapi kalo  kelamaan bermain-main dengan &#8216;Poker Face&#8217; bahaya juga lo. Kalo terlalu  ahli ber-&#8217;poker face&#8217; ria, bisa-bisa kita jadi pemain watak AKA Penipu.  Iya gak sih?? Tapi sebenarnya gak bisa dibilang penipu juga sih kalo  kita sering pasang &#8216;poker face&#8217;. Tapi mungkin lebih ke menutup diri. Gak  mau dunia luar tahu apa yg sedang kita pikirkan dan rasakan. kok  mengarah ke apatis gitu ya. Untuk tahu lebih mendalam lagi tentang  &#8216;poker face&#8217; dkk sejawat, segera kunjungi psikolog terdekat dan  berkonsentrasilah. sekali lagi, don&#8217;t ask me untuk teori2 yg lebih  handal..</p>
<p>Perlu aku state disini, tulisan ini tidak bersifat  ilmiah, hanya hasil dari browsing2 saja dan hasil interaksi n diskusi  dengan beberapa orang disekitar&#8230; <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Source :</p>
<p>http://thealwaystrue.blogspot.com/2009/04/poker-face.html</p>
<p>http://en.wikipedia.org/wiki/Blank_expression﻿</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sejutamotivator.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sejutamotivator.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sejutamotivator.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sejutamotivator.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sejutamotivator.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sejutamotivator.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sejutamotivator.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sejutamotivator.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sejutamotivator.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sejutamotivator.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sejutamotivator.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sejutamotivator.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sejutamotivator.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sejutamotivator.wordpress.com/4/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sejutamotivator.wordpress.com&amp;blog=13967162&amp;post=4&amp;subd=sejutamotivator&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sejutamotivator.wordpress.com/2010/06/01/4/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c3d9413b39200a5402d44b3136670b37?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nvdya</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.cartoonstock.com/lowres/cga0058l.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Poker Face Image</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
